Connect with us

Hukum

Temukan Unsur Kelalaian, Kasus Tragedi Kanjuruhan Naik ke Tahap Penyidikan

Avatar

Diterbitkan

pada

Kasus Tragedi Kanjuruhan Naik ke Tahap Penyidikan

Temukan Unsur Kelalaian, Kasus Tragedi Kanjuruhan Naik ke Tahap Penyidikan (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan telah menaikkan status hukum tragedi di stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur ke tahap penyidikan.

Hal tersebut disebut dikatakan oleh Irjen Pol. Dedi Prasetyo di Kabupaten Malang, Senin (3/10/2022). Ia mengatakan keputusan menaikkan status menjadi penyidikan tersebut dilakukan setelah tim melakukan gelar perkara.

“Dari hasil gelar perkara meningkatkan status dari penyelidikan sekarang statusnya menjadi penyidikan, tim juga akan bekerja secara maraton,” ujar Dedi.

Baca juga: Korban Tragedi Kanjuruhan, KPAI Sebutkan Penggunaan Gas Air Mata Bahayakan Keselamatan Anak-anak

Setelah diselidiki, kata Dedi, pihaknya menemukan unsur kelalaian dengan melakukan pemeriksaan terhadap 20 saksi.

“Tim hari ini melakukan pemeriksaan terkait penerapan Pasal 359 dan 360 KUHP dengan memeriksa 20 orang saksi,” ujarnya, yang dikutip Selasa (4/10/2022).

Advertisement

Diketahui, Pasal 359 KUHP berbunyi “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun”.

Sementara itu, Pasal 360 KUHP berbunyi : Barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka berat dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama-lamanya satu tahun.

Baca juga: Meski Penggunaan Gas Air Mata Dilarang FIFA, Polisi: Penggunaannya Sudah Sesuai Prosedur

Saat ini, pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran kode etik tersebut masih dilakukan hingga Senin malam.

Dengan peningkatan status perkara ke tahap penyidikan ini, kata Dedi, tak menutup kemungkinan tersangka akan segera ditetapkan usai penyidik melakukan gelar perkara.

“Ya tentunya (dilakukan) mekanisme gelar penetapan seseorang sebagai tersangka,” ujarnya.

Advertisement

Berdasarkan data terakhir, korban meninggal dunia akibat tragedi Kanjuruhan itu sebanyak 125 orang. Selain itu, dilaporkan sebanyak 323 orang mengalami luka pada peristiwa Kanjuruhan.***

Lanjutkan Membaca