Connect with us

Nasional

Gunung Semeru Sembilan Kali Erupsi Rabu 20 Mei 2026, Tinggi Kolom Abu Capai 700 M

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Gunung Semeru di Jawa Timur ketika erupsi di penghujung Rabu (20/5/2026) pukul 23.54 dengan tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak. (Magma Indonesia)

Gunung Semeru di Jawa Timur ketika erupsi di penghujung Rabu (20/5/2026) pukul 23.54 dengan tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak. (Magma Indonesia)

FAKTUAL INDONESIA: Gunung Semeru di Jawa Timur masih terus bergolak bahkan pada Rabu (20/5/2026) tercatat sembilan kali erupsi mulai pukul 01.30 hingga 23.54 WIB.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Rabu malam, dalam sembilan kali erupsi itu, Gunung Semeru melontarkan kolom abu tertinggi mencapai 700 meter sebanyak dua kali. Selebihnya 600m dua kali, 500m sekali dan tidak teramati empat kali.

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Rabu, 20 Mei 2026, pukul 23:54 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulis Petugas PVMBG Liswanto, AP dalam laporannya seperti dikutip dari laman Magma Indonesia.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang kini berstatus Level III (Siaga) itu melontarkan kolom abu setinggi 700 m dua kali pada pukul 21.35 dan 06.41 WIB.

Liswanto, AP mengemukakan, terjadi erupsi G. Semeru pada hari Rabu, 20 Mei 2026, pukul 21:35 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. “Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulisnya.

Advertisement

Sedangkan Petugas PVMBG lainnya,  Mukdas Sofian, AMd mememaparkan, terjadi erupsi G. Semeru pada hari Rabu, 20 Mei 2026, pukul 06:41 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik.

Dengan aktivitas  Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu PVMBG mengeluarkan rekomendasi:

  1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
  2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
  3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement