Connect with us

Internasional

Indonesia Desak Israel Segera Bebaskan Awak Misi Kemanusiaan Internasional

Diterbitkan

pada

Kepala staf kepresidenan Jendral Dudung Abdurachman desak Israel bebaskan seluruh tawanan. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Pemerintah Indonesia mendesak Israel segera membebaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang saat ini ditahan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Diketahui ada 7 orang WNI yang ditangkap oleh Israel, termasuk tiga orang jurnalis dari Republika dan Tempo.

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, mengatakan desakan tersebut merupakan hasil koordinasi pemerintah bersama Kementerian Luar Negeri RI dalam merespons perkembangan situasi kemanusiaan yang melibatkan sejumlah warga negara asing, termasuk warga negara Indonesia (WNI).

“Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” ujar Dudung di Kantor Staf Kepresidenan, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut Dudung, pemerintah terus memantau situasi melalui jaringan diplomatik Indonesia di berbagai negara. Perwakilan RI juga telah melakukan verifikasi terkait posisi dan kondisi WNI yang berada di lokasi kejadian.

Advertisement

Ia menambahkan Kementerian Luar Negeri bersama sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah menyiapkan langkah perlindungan apabila situasi di lapangan memburuk. Pemerintah juga membuka opsi percepatan pemulangan WNI jika diperlukan.

Selain mengambil langkah diplomatik secara nasional, Indonesia turut bergabung bersama sembilan negara lainnya dalam pernyataan bersama yang mengecam tindakan Israel terhadap misi kemanusiaan internasional tersebut. Negara-negara yang ikut dalam pernyataan bersama itu antara lain Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol.

“Indonesia bersama negara-negara tersebut mengutuk keras serangan Israel terhadap misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla,” kata Dudung.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI, sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan dilaporkan ditahan. Beberapa kapal yang disebut berada dalam penahanan antara lain Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Hingga saat ini, kapal yang membawa sejumlah jurnalis internasional dilaporkan belum dapat dihubungi. Status para awak dan jurnalis di dalam kapal tersebut juga masih belum diketahui secara pasti.

Advertisement

Sebelumnya, Kemlu RI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna memastikan perlindungan bagi WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus mengedepankan jalur diplomasi dan kerja sama internasional untuk memastikan keselamatan seluruh awak misi serta keberlanjutan distribusi bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement