Connect with us

Hukum

Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Copot Kapolres Malang

Avatar

Diterbitkan

pada

Kapolri Copot Kapolres Malang

Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Copot Kapolres Malang (Foto: Antara)

FAKTUAL-INDONESIA: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat usai tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022) malam lalu yang menewaskan 125 korban jiwa.

“Kapolri memutuskan menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dimutasi sebagai Pamen SDM Polri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022).

Keputusan Kapolri copot Kapolres Malang tersebut dilakukan usai analisa dan evaluasi dari tim investigasi yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan : 125 Tewas Termasuk 32 Anak-Anak

AKBP Ferli Hidayat digantikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis. Selain itu, kata Dedi, sejumlah komandan Brimob Polda Jatim juga diganti usai kerusuhan ini.

Dedi menjelaskan keputusan untuk menonaktifkan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST 20 98 X KEP 2022. Ferli dimutasi sebagai Perwira Menengah (Pamen) Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri.

Advertisement

“Ferli Hidayat dimutasikan sebagai Pamen SSDM Polri dan digantikan AKBP Putu Kholis Arya,” katanya.

Dedi menambahkan sesuai dengan perintah Kapolri, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta juga menonaktifkan jabatan Komandan Batalyon (Danyon), Komandan Kompi (Danki), dan Komandan Peleton (Danton) Brigade Mobile (Brimob).

Baca juga: Pernyataan Menpora Usai Tragedi Kanjuruhan Tuai Kritikan Warganet, Ada Apa?

“Sesuai dengan perintah Kapolri, Kapolda Jatim juga melakukan langkah yang sama. Melakukan penonaktifan, jabatan Danyon, Danki, dan Danton Brimob sebanyak sembilan orang,” ujar Dedi mengutip Antara.

Nama-nama yang dinonaktifkan tersebut adalah AKBP Agus, AKP Hasdarman, Aiptu Solihin, Aiptu M Samsul, Aiptu Ari Dwiyanto, AKP Untung, AKP Danang, AKP Nanang, dan Aiptu Budi. Saat ini, semua masih dalam proses pemeriksaan tim.

Seperti diketahui, insiden kerusahan di stadion Kanjuruhan bermula saat beberapa suporter Arema memasuki lapangan usai pertandingan tersebut. Tak beberapa lama, ratusan Aremania memenuhi lapangan Kanjuruhan.

Advertisement

Mereka mendatangi para pemain. Beberapa ada yang melayangkan protes hingga memeluk pemain. Polisi lantas mengadang para suporter itu. Pihak keamanan juga menggiring para pemain masuk ke ruang ganti.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, Presiden FIFA Nyatakan Hari Gelap bagi Insan Sepakbola, Mesut Ozil Berbelasungkawa

Namun, polisi tiba-tiba menembakkan gas air mata untuk membubarkan suporter yang masuk ke lapangan. Gas air mata itu tak hanya ditembakkan ke lapangan, tetapi juga ke arah tribun penonton yang kemudian memicu kepanikan suporter.

Berdasarkan data terbaru, insiden ini menyebabkan 125 orang meninggal dunia, korban luka berat 21 orang, dan luka ringan 304 orang.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca