Connect with us

Ekonomi

Proyek IKN Dapat Investasi Rp70 Triliun dari China

Diterbitkan

pada

Proyek IKN Dapat Investasi Rp70 Triliun dari China

IKN tetap dilanjutkan secara berkesinambungan. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Pada Senin (2/6/2025), Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Agung Wicaksono mengatakan pihaknya telah mengantongi kerja sama investasi dari China untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai Rp70 triliun.

Dia menjelaskan, bahwa  mayoritas kerja sama investasi dengan China di IKN direalisasikan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Ini merupakan kepercayaan besar, investasi yang sudah berjalan akan berlanjut dan akan terus menjajaki potensi potensi investasi lainnya,” kata dia.

Perinciannya, dari total Rp70 triliun investasi sebanyak Rp68,4 triliun bakal direalisasikan menggunakan sistem KPBU untuk sektor perumahan, Moda Unik Terpadu (MUT), dan pembangunan jalan.

Baca Juga : Pemerintah Juga Sediakan Rumah bagi Masyarakat Umum di IKN

Sementara sisanya yakni sebanyak Rp500 miliar telah direalisasikan melalui komitmen investasi langsung dari perusahaan asal China yakni PT Delonix Bravo Investment yang juga menggarap sektor perumahan di IKN.

Advertisement

“Kompleks ini [yang dibangun Delonix] berdiri di atas lahan seluas 24.200 m² dan akan menghadirkan hotel ramah lingkungan, apartemen servis, ruang ritel, perkantoran, fasilitas olahraga, serta ruang terbuka hijau,” tambah dia.

Selanjutnya, juga terdapat dua konsorsium besar yang juga tengah mengembangkan proyek KPBU MUT dan jalan, yakni konsorsium CHEC–IJM dan konsorsium CSCEC–CREC, masing-masing dengan nilai proyek Rp27,1 triliun dan Rp27,9 triliun.

Saat ini, kedua proyek masih berada dalam tahap studi kelayakan yang nantinya akan dievaluasi oleh Komite KPBU Otorita IKN. Setelah itu, akan dilakukan market sounding sebelum masuk ke tahap lelang akhir.

Sementara itu, proyek KPBU Perumahan oleh konsorsium IJM–CHEC juga tengah dievaluasi. Proyek ini mencakup pembangunan 20 menara rumah susun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kawasan WP 1B dengan estimasi nilai Rp13,4 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono memastikan bahwa pembangunan IKN bakal terus berlanjut. Di samping itu, ekosistem investasi IKN juga diklaim telah tumbuh seiring dengan banyaknya minat investasi yang masuk.

Advertisement

Baca Juga : Studi Banding Tim IKN untuk Pelajari Desain di 3 Negara Batal, Imbas Efisiensi

Bahkan, Basuki menyebut pihaknya telah mendapat kepastian dari Kementerian Keuangan yang bakal terus mengguyur pembangunan IKN guna memastikan keberlanjutan pembangunan bakal ibu kota baru Indonesia tersebut.

“Dari investasi yang sudah berjalan tersebut kami menjamin bahwa pembangunan tidak akan berhenti di tengah jalan. Selain Otorita IKN, Kementerian Keuangan juga akan memberikan jaminan co-guarantee untuk mendukung keberhasilan pembangunan ini,” tutup dia.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement