Ekonomi
Kadin Jatim Gelar Vaksinasi Covid-19 Untuk UMKM

Foto: Istimewa
FAKTUALid – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim berkomitmen membantu percepatan vaksinasi di Jawa Timur dengan menggelar program vaksinasi untuk UMKM. Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur dan Rumah Sakit PHC, mereka menggelar kegiatan vaksinasi untuk para UMKM di Golden City Mall Surabaya, Rabu (7/7/2021).
Menurut Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir penularan dan membentengi masyarakat dari Covid-19 terutama varian baru Delta dan Kappa yang tingkat penularan dan kasus kematiannya lebih tinggi. “Ini adalah upaya kami membantu pemerintah untuk menyukseskan percepatan vaksinasi yang ditargetkan mencapai satu juta vaksin per hari di bulan ini,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, penambahan pasien baru Covid-19 secara nasional mencapai sekitar 25 ribu per hari dan positive rate Indonesia juga sudah mencapai 44,37 persen. Bahkan Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit Jawa Timur hampir 100 persen.
Dia juga mengingatkan bahwa di wilayah Surabaya saja, saat ini ada sekitar 14 rumah sakit yang tutup akibat pasiennya sudah membeludak. “Ini harus menjadi perhatian bersama karena kondisinya sudah sangat darurat,” ujarnya.
Sementara, Vaksinasi UMKM yang digelar hari ini merupakan bagian dari program vaksinasi pemerintah, bukan bagian dari vaksinasi gotong-royong. “Kami berkoordinasi dengan Dinkes Jatim dan Rumah Sakit PHC dalam menyediakan fasilitasi pelayanan kesehatannya dan Kadin Jatim yang menanggung pengorganisasian dan konsumsinya. Sementara vaksin tetap dari pemerintah,” ujar Ketua Satuan Tugas (Satgas) Gugus Covid-19 Kadin Jatim, Fitra Purnama.
Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, Kadin Jatim tidak membuka pendaftaran secara terbuka di lokasi vaksinasi. Kadin Jatim telah melakukan pendataan sebelum pelaksanaan vaksinasi.
Kalau dilakukan pengumuman secara terbuka, pihaknya khawatir bakal terjadi kerumunan. Karena animo masyarakat untuk divaksin saat ini sangat tinggi dan lagi program vaksinasi ini hanya diperuntukkan bagi UMKM anggota Kadin Jatim dan karyawan mereka.
Terkait vaksinasi gotong royong yang dikhususkan bagi pekerja, Fitra menegaskan bahwa hingga hari ini masih belum terlaksana karena vaksin belum siap. “Untuk vaksinasi gotong royong, kami sangat berharap bisa dilakukan percepatan. Jangan ditahan. Karena sampai sekarang kenyataannya belum terealisasi,” ujarnya.
Kalau kapasitas biofarma dinilai kurang, dia berharap bisa menggunakan BUMN lain. Sekarang ini, kata dia, perusahaan yang sudah daftar ini bertanya kepada Kadin. Karena yang sudah didaftarkan di vaksinasi gotong royong tidak bisa didaftarkan kemana-mana.***














