Home Ekonomi HBDI 1 – 29 Agustus 2021 dapat Jadi Lokomotif Transformasi Digital UMKM

HBDI 1 – 29 Agustus 2021 dapat Jadi Lokomotif Transformasi Digital UMKM

oleh Gungdewan
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap HBDI dapat menjadi momentum kebangkitan industri ritel dan pariwisata nasional

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap HBDI dapat menjadi momentum kebangkitan industri ritel dan pariwisata nasional

FAKTUALid – Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) yang diselenggarakan oleh Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) pada 1-29 Agustus 2021 dapat menjadi lokomotif transformasi digital UMKM unggulan Indonesia serta membuka akses pengusaha kecil ke rantai pasok industri besar.

Bagi UMKM transformasi digital memungkinkan akses ke pasar yang lebih luas, membenahi proses bisnis agar lebih efektif dan efisien, tata kelola usaha, serta SDM yang lebih teratur, hingga akses pembiayaan.

“Hingga hari ini setidaknya 13,7 juta pelaku UMKM atau setara 21 persen total populasi pelaku usaha telah onboarding digital,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, Teten juga berharap HBDI dapat menjadi momentum kebangkitan industri ritel dan pariwisata nasional.

“Ayo belanja produk-produk lokal supaya ekonomi kita bergerak. Saatnya kita semua berupaya membangkitkan ekonomi nasional,” kata Teten.

Dia menyampaikan pandemi COVID-19 telah memperlambat laju ekonomi, sehingga belanja menjadi ibadah yang dapat menghidupkan kembali kegiatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, acara HBDI telah meningkatkan jumlah peritel, brand, dan pusat perbelanjaan di Indonesia.

Selama empat tahun penyelenggaraan HBDI, jumlah peritel yang berpartisipasi tumbuh hampir dua kali lipat diikuti oleh total 500 brand. Tahun lalu, acara itu melibatkan 375 pusat perbelanjaan di 91 kota.

Pada 2019, nilai transaksi HBDI sebesar Rp20 triliun dan meningkatkan menjadi Rp22,5 triliun di tahun 2020.

“Tren baik tersebut tentu juga harapannya dapat memberikan dampak positif dari sisi transaksi yang meningkat bagi peritel dan UMKM Indonesia,” ucap Teten.

Sementara itu, Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan situasi pandemi COVID-19 memaksa sektor ritel untuk terus berupaya melakukan terobosan baru mulai dari penjualan secara digital hingga jenis pembayaran yang beragam.

“Perdagangan harus dimulai dengan cara baru, kami undang marketplace dan berbagai jenis model pembayaran. Harapannya ekonomi dapat berputar dari Sabang sampai Merauke agar ekonomi dapat cepat pulih,” kata Budihardjo. ***

You may also like

Tinggalkan Komentar