Olahraga
UEFA Ancam Hukum Cristiano Ronaldo Gara-gara kasus Botol Coca-Cola

Penampilan Cristiano Ronaldo dalam jumpa pers yang diselingi pemindahan botol Coca Cola
FAKTUALid – Bintang sepakbola dunia dari Portugal Cristiano Ronald berada dalam ancaman hukuman dari Badan sepak bola Eropa (UEFA) gara-gara memindahkan botol Coca Cola dari meja jumpa pers. Hukuman tidak langsung dijatuhkan oleh UEFA namun melalui Federasi Sepakbola Portugal.
Direktur turnamen Euro 2020 UEFA Martin Kallen menyatakan, UEFA belum mengambil tindakan disipliner atas insiden tersebut.
Kallen mengatakan sanksi apa pun akan menjadi masalah federasi. UEFA tidak akan langsung mendenda pemain, tambahnya.
“Kami tidak pernah mendenda pemain langsung dari pihak UEFA, kami selalu melakukan ini melalui asosiasi nasional yang berpartisipasi dan mereka dapat melihat jika mereka melangkah lebih jauh,” kata Kallen seperti dilaporkan thestar.com.
Namun pejabat UEFA tidak mengesampingkan hukuman jika ada kasus lebih lanjut.
“Kami memiliki peraturan yang ditandatangani oleh federasi yang berpartisipasi. Kami telah mengingatkan mereka tentang kewajiban mereka tetapi tentu saja ini (denda) selalu ada kemungkinan,” katanya.
Ronaldo memindahkan botol Coca-Cola ke samping saat dia duduk untuk berbicara kepada media pada malam pembukaan Grup F hari Selasa melawan Hungaria di Budapest, yang dimenangkan Portugal 3-0.
Pria berusia 36 tahun itu kemudian mengangkat sebotol air dan berkata “Agua” dalam bahasa Portugis, menjadi berita utama.
Tindakan Ronaldo ternyata diikuti pemain lainnya.
Sehari kemudian, gelandang Prancis Paul Pogba yang beragama Islam mengeluarkan botol bir Heineken dari hadapannya setelah Prancis menang 1-0 atas Jerman.
Gelandang Italia Manuel Locatelli juga memindahkan botol Coca-Cola ke samping dan meletakkan sebotol air di depannya sebelum berbicara kepada pers setelah penampilannya sebagai Man of the Match dalam kemenangan 3-0 melawan Swiss pada Rabu.
“UEFA telah mengingatkan tim yang berpartisipasi bahwa kemitraan merupakan bagian integral dari penyelenggaraan turnamen dan untuk memastikan pengembangan sepak bola di seluruh Eropa, termasuk untuk pemuda dan wanita,” kata penyelenggara turnamen, Kamis.
Kallen mengatakan masalah utamanya adalah dengan tindakan Ronaldo tetapi ada pemahaman tentang pemain yang melakukan hal seperti itu karena alasan agama.
“Kalau karena alasan agama, mereka tidak perlu punya botol di sana,” kata Kallen.
Dia mengatakan kepada wartawan kewajiban kontrak mengenai sponsor adalah bagian dari peraturan turnamen yang ditandatangani oleh federasi nasional.
UEFA memberi tahu tim peserta bahwa mereka memiliki kewajiban kontraktual terhadap sponsor turnamen. ***














