Connect with us

Nusantara

Pedagang Pasar Legi Didorong Gunakan Nontunai, Tapi Masih Terkendala Sinyal HP

Diterbitkan

pada

Pedagang di Pasar Legi Solo didorong gunakan transaksi nontunai QRIS. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Pedagang di Pasar Legi Solo, Jawa Tengah didorong untuk menggunakan transaksi nontunai atau cashless. Meskipun belum semuanya terbiasa menggunakannya tetapi hampir di semua kios sudah disediakan barcode pembayaran nontunai.

“Belum semua, pedagang juga gak perlu HP yang modern kok, yang penting ditaruh barcode saja. Ya pelan-pelan seperti di Pasar Gede itu kan juga butuh waktu,,” ujar Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Kamis (20/1/2022) seusai peresmian Pasar Legi Solo.

Gibran mengakui belum semua pedagang dan sarana untuk pembayaran nontunai siap di Pasar Legi yang dibangun dengan anggaran Rp104 miliar itu. Selain pedagang yang belum terbiasa, ternyata juga terkendala lemahnya sinyal HP di pasar tersebut terutama di lantai bawah.

“Perlu penguat sinyal karena sinyalnya belum kuat. Nanti saya perbaiki, lantai bawah itu sinyalnya masih jelek, nanti saya komplain,” jelasnya.

Selain masalah sinyal, pedagang juga masih mengeluhkan tampiasan air saat hujan turun. Terkait hal tersebut pihaknya telah meminta kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) untuk melakukan perbaikan.

“Tadi sudah ngobrol dengan Pak Menteri PUPR, nanti akan dibuatkan kanopi atau apa. Terus yang exhaust yang dikeluhkan bising juga nanti akan dicarikan solusi,” jelasnya lagi.

Advertisement

Meskipun sudah diresmikan, tetapi masih ada sejumlah kios yang belum ditempati. Menurut Gibran pedagang bukan enggan menempati tetapi mereka sudah terlanjur mengontrak kios di belakang Pasar Legi setelah Pasar Legi terbakar hebat tahun 2018 lalu.

“Ya nanti segera kita kejar biar semua masuk, itu tugas Dinas Perdagangan. Ada yang kosong bukan karena gak mau pindah tapi sudah terlanjut kontrak di daerah Muara belakang pasar,” katanya.

Pedagang yang masih berada di luar pasar tetap akan didorong masuk. Sebab jika tidak ditempati dalam jangka waktu yang sudah ditentukan, SHP akan dicabut.

“Ya harus mau masuk, kasihan teman-teman lainnya yang sudah masuk ke dalam. Wong di sini juga ramai sanpai malam  dan pagi lagi tetap ramai,” katanya lagi.

Salah satu pedagang sembako, Sri Sudarmi mengakui saat ini kondisi pasar masih sepi. Tetapi pihaknya yakin pengunjung akan semakin banyak setelah pasar diresmikan.

Advertisement

“Yang dikeluhkan ya sinyal HP sama tampiasan air hujan yang masuk jadi lantainya jadi licin,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seusai peresmian juga mengatakan untuk mengantisipasi tampiasan air hujan, akan dipasang kanopi. Karena pembangunan Pasar Legi menggunakan konsep green building sehingga bangunanya terbuka.

“Tapi karena kemarin hujannya juga sangat deras. Kami  akan melakukan evaluasi dan perbaikan untuk mengantisipasi terjadinya tampiasan air hujan,” kata  Bssuki.

Menteri PUPR juga mengatakan  program revitalisasi pasar tradisional tersebut merupakan prioritas dari Presiden Joko Widodo. Pasar Legi menjadi pasar ke-15 yang sudah diresmikan di Indonesia. Saat ini masih ada 14 pasar tradisional lagi di Jawa Tengah yang harus direnovasi. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement