Connect with us

Lapsus

LADI Minta Maaf dan Janji Percepat Merah Putih Keluar dari Sanksi WADA

Diterbitkan

pada

Bendera Merah Putih hanya bisa dikalungkan ke Jonatan Christie akibat tak dapat dikibarkan di podium juara Piala Thomas. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Pengurus Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) minta maaf kepada Presiden RI Joko Widodo dan seluruh rakyat Indonesia terkait kejadian memalukan tak dikibarkannya Bendera Merah Putih pada seremoni keberhasilan Anthony Sinisuka Ginting dkk keluar sebagai juara Piala Thomas 2020.

Bendera Merah Putih tak bisa dikibarkan di podium mengiringi pemain Indonesia dalam pengalungan medali emas. Ini akibat Indonesia tengah mendapatkan sanksi dari Badan Antidoping Dunia (WADA), dimana Indonesia [LADI] menjadi salah satu negara yang tidak patuh terhadap regulasi antidoping. LADI tidak memenuhi program pemenuhan sampel doping selama 2020 dan 2021.

Sontak peristiwa memalukan tak dapat dikibarkannya Bendera Merah Putih menjadikan masyarakat seluruh Indonesia kecewa, sedih dan tak sedikit yang sumpah serapah bahkan ‘mengutuk’ si penyebab dari semua kejadian yang baru sekali ini terjadi dari 76 tahun Indonesia Merdeka.

“Izinkan kami dari pengurus LADI meminta maaf kepada Presiden Republik Indonesia, juga seluruh masyarakat Indonesia atas insiden yang terjadi. Insya Allah LADI dengan tim akan mempercepat langkah dan bisa bebaskan dari sanksi WADA,” kata Sekretaris Jenderal LADI, Dessy Rosmelita, saat konferensi pers virtual yang juga turut diikuti Faktualid.com, Senin (18/10/2021).

Ditambahkan Dessy, pihaknya akan menjalani penyelidikan dari pihak eksternal terutama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk mencari tahu pangkal permasalahan yang terjadi sehingga LADI dianggap tidak responsif terhadap WADA.

“Telah dibentuk tim yang diketuai oleh Raja Sapta (Oktohari, Ketua Komite Olimpiade Indonesia). LADI akan bekerja sama untuk mempercepat langkah-langkah ke depannya,” kata Dessy.

Advertisement

LADI Tak Fungsi Optimal

Pembelaan singkat pun diberikan LADI atas tudingan merekalah ‘biangkerok’ penyebab Bendera Merah Putih tak berkibar di penghormatan juara Indonesia di Piala Thomas 2020. LADI tidak berfungsi optimal karena ada pergeseran yang tidak berjalan seutuhnya antara pengurus lama dan pengurus baru.

“Secara umum, kami kebetulan adalah pengurus baru sehingga kami berusaha mempelajari hal-hal dari pengurus yang lama,” kata Dessy “Sesungguhnya yang sekarang ini lebih banyak adalah hal-hal yang harus kami lakukan dari beberapa waktu lalu. Kami mengerjakan pekerjaan masa lalu. Intinya yang paling utama adalah TDP (test doping plan),”lanjut Dessy.

Pembelaan sama juga diutarakan Wakil Ketua LADI, Rheza Maulana, sera menambahkan dirinya menolak disalahkan sepenuhnya atas tidak berkibarnya Bendera Merah Putih di ajang Piala Thomas. Sebab kepengurusan LADI periode 2021-2025 baru menjabat sejak Juli 2021, sementara kasus regulasi antidoping dari WADA diklaim terjadi sejak awal 2021.

Rheza berpendapat, sanksi yang diberikan WADA kepada LADI bukan karena keteledoran pengurus LADI yang baru maupun kelambanan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Indonesia dinilai tidak patuh pada penegakan standar antidoping karena tidak mengikuti TDP yang dibuat pada 2020.

Advertisement

“Bukan keduanya. Kami pun baru menjabat sejak Juli 2021, sedangkan permasalahan hal yang disampaikan WADA tersebut sejak Januari 2021 dan mulai ramai sejak Oktober ini. Waktu 3 bulan pergantian pengurus tersebut tidak cukup untuk negosiasi dan membenahi apa yang sebelum terlambat dilakukan,” sebut Rheza , Senin (18/10/2021).

Namun dirinya mengaku senang, bila Kemenpora dalam hal ini sangat mendukung dengan mendorong perbaikan internal LADI. Pergantian pengurus sesuai arahan WADA, yakni tidak boleh ada pengurus yang menjabat di kepengurusan keolahragaan atau federasi agar tidak terjadi konflik kepentingan. Kita tunggu janji LADI bersama Menpora membebaskan Idonesia dari sanksi WADA. ****

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement