Connect with us

Wisata

Gaet Turis India, Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Ternama Jajaki Yogyakarta, Lombok, dan Bali

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Made Ayu Marthini saat menjelaskan kegiatan Familiarization Trip (Fam Trip) bagi travel agent dan tour operator (TA/TO) asal India pada 18–24 Agustus 2026. (Foto: Kemenpar)

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Made Ayu Marthini saat menjelaskan kegiatan Familiarization Trip (Fam Trip) bagi travel agent dan tour operator (TA/TO) asal India pada 18–24 Agustus 2026. (Foto: Kemenpar)

FAKTUAL INDONESIA: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat langkah strategis untuk menggaet lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) asal India. Melalui program Familiarization Trip (Fam Trip) yang digelar pada 18–24 Agustus 2026, Kemenpar memboyong enam perwakilan agen perjalanan dan tour operator (TA/TO) terkemuka asal India untuk mengeksplorasi ragam destinasi unggulan Indonesia.

Keenam perusahaan travel tersebut adalah Shree Corp, Flag Holidays, S V Holiday Bazaar Private Limited, Wayfarers Hub, Thomas Cook (India) Limited, dan SOTC Travel Limited.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengungkapkan bahwa Fam Trip ini bertujuan memperluas pilihan destinasi bagi wisman India selain Bali, dengan menyoroti potensi besar Yogyakarta dan Lombok.

“Melalui program Fam Trip ini, diharapkan semakin banyak agen perjalanan India yang menyusun dan memasarkan paket wisata ke Yogyakarta dan Lombok. Kedua destinasi tersebut sangat ideal dikombinasikan dengan Bali yang sudah lebih dahulu menjadi salah satu destinasi utama pilihan wisatawan India,” ujar Ni Made Ayu Marthini di Jakarta.

Dua Rute Eksplorasi

Dalam kegiatan ini, para peserta dibagi menjadi dua grup eksplorasi sebelum akhirnya bertemu di Bali:

Advertisement
  • Grup A (Yogyakarta & Bali): Diikuti Shree Corp, Thomas Cook (India) Limited, dan Wayfarers Hub. Peserta menikmati sensasi naik Kereta Panoramic menuju Yogyakarta, mengunjungi Candi Borobudur, Candi Prambanan, menyaksikan Sendratari Ramayana Ballet, hingga mengikuti workshop jamu di JogJamu dan menyusuri Taman Sari.
  • Grup B (Lombok & Bali): Diikuti Flag Holidays, S V Holiday Bazaar, dan SOTC Travel. Peserta menyeberang ke Gili Trawangan menggunakan fast boat untuk snorkeling, berkeliling dengan e-bike serta cidomo. Perjalanan dilanjutkan ke kawasan Kuta Mandalika, Desa Adat Sade, Taman Mayura, hingga Masjid Raya Hubbul Wathan.

Yogyakarta dinilai sangat cocok untuk pasar India segmen keluarga, wellness, dan MICE karena memiliki kedekatan sejarah dan budaya Hindu-Buddha serta kisah Ramayana. Sementara itu, Gili Trawangan dan Lombok menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan muda (usia 25–45 tahun) yang mencari alternatif wisata bahari dan kehidupan malam yang eksotis.

Sinergi Dorong Kunjungan Wisman

Sebagai penutup rangkaian acara, kedua grup berkumpul di Bali untuk mencoba berbagai atraksi, seperti night safari dan Varuna Show di Taman Safari Bali, ritual melukat di Pura Tirta Empul, hingga Bali Swing. Kemenpar juga menggelar Networking Dinner pada 23 Agustus 2026 untuk mempertemukan peserta dengan para mitra industri, seperti KAI Wisata, InJourney, Taman Safari Bali, dan Hotel Borobudur Jakarta.

Asisten Deputi Pemasaran Mancanegara I Kemenpar, Dedi Ahmad Kurnia, menegaskan bahwa pengalaman langsung (first-hand experience) ini merupakan kunci utama dalam mengakselerasi kunjungan turis India.

“Pengenalan langsung ini membantu agen perjalanan India menyusun paket wisata yang relevan dengan karakter pasar mereka. Mempertemukan pelaku industri secara langsung diharapkan membuka lebih banyak peluang bisnis dan mendorong peningkatan kunjungan wisman India ke Indonesia,” pungkas Dedi. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement