Ekonomi
Rupiah Hari Kamis 27 Agustus 2026: Terkikis Demo dan Garangnya Dolar AS, Cendrung Tertekan Tipis

Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) di tingkat global dan aksi demontrasi yang berlangsung hari ini Kamis (27/8/2026), membuat rupiah tertekan dan melemah sejak pembukaan hingga penutupan perdaganngan. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (27/8/2026), di kala aksi demontrasi yang berlangsung di Jakarta.
Menguatnya dolar AS membuat rupiah sudah melemah sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan valuta asing hari ini.
Saat pembukaan, rupiah melemah 50 poin atau 0,28 persen menjadi Rp17.775 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.725 per dolar AS. Memang sempat memberikan perlawanan sehingga mampu menipiskan angka pelemahan.
Namun akhirnya mata uang Garuda ditutup melemah 19 poin atau terkoreksi 0,11 persen ke level Rp17.744 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp17.762 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.717 per dolar AS.
Pelemahan ini dipicu oleh perkasa indeks dolar AS (DXY) di pasar global seiring tingginya ketidakpastian sentimen kebijakan moneter serta penyesuaian arus modal asing di kawasan Asia.
Untuk kawasan Asia, bukan hanya rupiah yang melemah terhadap dolar AS. Pelemahan juga dialami peso Filipina yang merosot 0,34%, rupee India melemah 0,13%, dan yen Jepang yang terkoreksi sebesar 0,03%.
Sedangkan dolar Taiwan menguat 0,40%, won Korea Selatan naik 0,36%, dolar Singapura menguat 0,10%, yuan China menanjak 0,03%, baht Thailand merangkak 0,02%, dan dolar Hong Kong menguat 0,01% terhadap dolar AS.
Faktor Utama Pelemahan Rupiah
- Penguatan Greenback Global: Indeks Dolar AS mengalami penguatan tipis secara global, menahan dorongan apresiasi mata uang pasar berkembang (emerging markets).
- Sikap Imbang Investor (Wait and See): Pelaku pasar masih mencermati rilis indikator ekonomi makro AS dan tren pergerakan suku bunga sebelum mengambil posisi agresif di akhir pekan.
- Arus Keluar Modal Jangka Pendek: Terjadi penyesuaian portofolio rutin oleh investor asing menjelang penutupan perdagangan pekan ini.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen terhadap rupiah juga dipengaruhi perkembangan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).
Ibrahim mengatakan aksi tersebut berlangsung tertib dan damai setelah sejumlah anggota DPR menemui massa untuk mendengarkan aspirasi.
Massa dari sejumlah kelompok, termasuk Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta menerapkan hukuman mati bagi koruptor.
Selain aksi demonstrasi, sentimen domestik juga diwarnai penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
Seperti dikutip dari Metrotv, Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah juga dipengaruhi data indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang sesuai dengan konsensus pasar.
“Secara bulanan, Indeks Harga PCE dan Indeks Harga PCE inti keduanya naik sebesar 0,2 persen pada Juli,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis.
Data tersebut dirilis setelah sebelumnya pasar mencermati data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) dan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS untuk Juli yang relatif moderat.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada rilis data klaim awal tunjangan pengangguran mingguan serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Pergerakan rupiah juga dipengaruhi potensi pembukaan kembali Selat Hormuz seiring pembicaraan antara Iran dan Oman. Perkembangan tersebut berpotensi mengurangi gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.
Hal itu menyusul pernyataan Garda Revolusi Iran, kedua negara telah menyepakati pembagian akses serta pendapatan dari jalur perairan yang menghubungkan negara-negara produsen minyak utama di kawasan Teluk dengan pasar dunia.
Kendati demikian, konflik antara Iran dan AS masih belum mereda. Para pejabat Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka sepenuhnya sebelum AS memenuhi persyaratan Teheran berdasarkan kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai pada Juni.
Prediksi & Prospek Jumat (28/8/2026)
Secara teknikal, pergerakan rupiah diproyeksikan masih berada dalam rentang konsolidasi terbatas pada perdagangan Jumat (28/8/2026) menjelang akhir pekan.
Berdasarkan sentimen di atas, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah masih rentan fluktuatif namun berpotensi melemah pada rentang Rp17.740 – Rp17.790 per dolar AS.
- Skenario Pergerakan: Rupiah berpotensi bergerak sideways cenderung tertekan tipis, namun ruang penguatan teknikal tetap terbuka jika ada intervensi stabilisasi pasar dari Bank Indonesia.
- Rentang Estimasi:
- Support:700 – Rp17.720 per dolar AS
- Resistance: Rp17.770 – Rp17.800 per dolar AS
- Sentimen Kunci yang Perlu Dicermati: Pergerakan indeks dolar AS di sesi New York, dinamika harga komoditas global, serta pasokan valuta asing dari ekportir dalam negeri. ***
Rangkuman Ringkas Kurs Pasar Mata Uang
| Parameter Mata Uang | Catatan Kamis (27/8/2026) |
| Posisi Penutupan Spot | Rp17.744 per Dolar AS |
| Perubahan Nilai | Melemah 19 poin (-0,11%) |
| Sentimen Penggerak Utama | penguatan indeks DXY & penyesuaian portofolio pasar berkembang, aksi demo. |
***














