Connect with us

Lifestyle

Bahaya? Ini 7 Efek Samping Bekam yang Jarang Diketahui

Diterbitkan

pada

Efek Samping Bekam

Ilustrasi: Efek Samping Bekam

FAKTUAL INDONESIA – Efek samping bekam menjadi hal yang perlu dipahami sebelum seseorang memutuskan untuk menjalani terapi ini. Bekam sendiri dikenal sebagai salah satu metode pengobatan tradisional yang telah lama digunakan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh. Meskipun banyak orang merasakan manfaatnya, tidak sedikit pula yang belum sepenuhnya memahami bahwa prosedur ini juga memiliki risiko tertentu yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, mengetahui efek samping bekam sejak awal sangat penting agar kamu bisa mempertimbangkan dengan lebih bijak sebelum mencobanya. 

Bekam merupakan terapi yang dilakukan dengan menyedot kulit menggunakan alat khusus untuk mengeluarkan darah dari permukaan tubuh, dan proses ini dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pada setiap individu. Sebagian orang mungkin hanya merasakan efek ringan, namun ada juga yang mengalami reaksi lebih signifikan, meskipun terapi ini sering dianggap aman oleh sebagian masyarakat. 

Padahal, setiap prosedur yang melibatkan tubuh tetap memiliki potensi risiko, termasuk bekam, di mana efek samping bisa muncul segera setelah terapi atau beberapa waktu kemudian, tergantung pada teknik pelaksanaan, kebersihan alat, serta kondisi kesehatan masing-masing individu sebelum menjalani terapi. Berikut ini beberapa efek samping bekam yang sudah faktualid.com lansir dari berbagai sumber: 

Efek Samping Bekam yang Jarang Diketahui 

  1. Infeksi pada Kulit 

    Salah satu efek samping bekam yang perlu diwaspadai adalah risiko infeksi akibat penggunaan peralatan yang tidak steril. Jika alat terapi atau area kulit tidak dalam kondisi bersih, bakteri dapat dengan mudah masuk ke dalam luka dan memicu terjadinya infeksi.

    Baca juga: 12 Manfaat Bekam Bagi Kesehatan, Redakan Nyeri hingga Atasi Varises

  2. Nyeri dan Rasa Tidak Nyaman 

    Sebagian orang mengaku merasakan nyeri atau ketidaknyamanan saat maupun setelah menjalani terapi. Hal ini bisa disebabkan oleh teknik yang terlalu kuat atau kondisi kulit yang lebih sensitif terhadap perlakuan tersebut. 

  3. Bekas Luka dan Perubahan Kulit

    Pada beberapa kasus, terapi ini dapat menimbulkan bekas pada kulit serta perubahan kondisi di area yang ditangani. Setelah prosedur, kulit bisa terlihat kemerahan dan mengalami pembengkakan. Selain itu, sering muncul tanda berbentuk lingkaran atau bintik-bintik akibat penggunaan alat terapi. 

  4. Menyebabkan Rasa Pusing 

    Salah satu efek samping bekam yang sering terjadi adalah rasa pusing setelah menjalani terapi. Kondisi ini bisa muncul karena adanya darah yang dikeluarkan selama proses bekam. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua orang akan mengalami efek tersebut. 

  5. Menyebabkan Penularan HIV

    Bukan hal yang mustahil, terapi bekam juga berisiko menularkan HIV jika peralatan yang digunakan tidak steril. Kondisi ini bisa terjadi ketika alat untuk membuat sayatan pada kulit digunakan tanpa proses sterilisasi yang benar. Peralatan yang tidak higienis dapat menjadi media penularan berbagai penyakit, terutama jika sebelumnya digunakan pada orang yang terinfeksi HIV, sehingga risiko penularannya pun meningkat. 

  6. Menyebabkan Penularan Hepatitis 

    Selain risiko penularan HIV/AIDS, terapi bekam juga berpotensi menyebarkan penyakit hepatitis jika kebersihan alat tidak terjaga dengan baik. Pompa silikon yang digunakan untuk menyedot darah seharusnya selalu disterilkan sebelum digunakan pada pasien lain. Hal ini penting untuk mencegah adanya sisa darah atau kotoran yang dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. 

  7. Menyebabkan Luka Bakar

    Salah satu efek samping bekam yang perlu diwaspadai adalah risiko penularan HIV. Hal ini bisa terjadi jika alat yang digunakan untuk membuat sayatan pada kulit tidak melalui proses sterilisasi dengan baik. Peralatan yang tidak higienis berpotensi menjadi media penularan berbagai penyakit, terutama jika sebelumnya digunakan pada orang yang terinfeksi HIV, sehingga risikonya semakin meningkat. 

Meskipun dikenal sebagai terapi tradisional yang memiliki berbagai manfaat, penting untuk tidak mengabaikan efek samping bekam yang mungkin terjadi. Dengan memahami risiko seperti infeksi, pusing, hingga potensi penularan penyakit, kamu dapat lebih bijak dalam mempertimbangkan terapi ini. Pastikan bekam dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman dengan peralatan yang steril agar keamanan tetap terjaga. Dengan begitu, kamu bisa meminimalkan risiko dan tetap mendapatkan manfaatnya secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement