Politik
Kader Diminta Kerja Keras, Elektabilitas PKB Turun

Elektabilitas PKB turun berdasarkan hasil survei terbaru. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA : Seluruh jajaran PKB diminta kerja keras selama 24 jam bersama rakyat jelang Pemilu 2024. Hal ini terkait dengan hasil survei yang menempatkan elektabilitas PKB di peringkat keempat.
Berdasarkan survei yang dilakukan Saiful Mujani Research Center atau SMRC, elektabilitas PKB turun dibanding perolehan suara Pemilu 2019. Meski demikian, Pengurus DPP PKB menilai hasil survei wajar naik turun.
“Naik turun itu hal wajar, yang jelas soliditas dan semangat kerja jajaran PKB makin baik,” kata Waketum PKB Jazilul Fawaid kepada wartawan, Senin (31/10/2022).
Jazilul mengingatkan kader PKB selalu mendapatkan hati masyarakat. Jazilul mengharapkan kerja kader PKB tak kendur.
“Kami harap seluruh jajaran PKB jangan lengah dan terus kerja 24 jam bersama rakyat,” ujarnya.
Survei SMRC dilakukan secara tatap muka pada 3-9 Oktober 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden. Response rate sebesar 1027 atau 84%. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).
Direktur Riset SMRC Deni Irvani memaparkan hasil survei menunjukkan dukungan pada PDIP mencapai 24% saat ini. Sementara, Partai Gerindra menyusul di urutan kedua dengan suara dukungan sebanyak 13,4%.
Sementara Golkar mendapatkan dukungan 8,5%. Disusul PKB sebesar 7,1%, PKS 6,9% dan Demokrat 5,5%.
Selanjutnya, NasDem memperoleh suara sebesar 5,4%; dan PPP 3,3%. Partai-partai lain di bawah 3 persen. Deni mengatakan masih ada 19,3% yang belum menentukan pilihan.
“Dibanding hasil pemilu 2019, dukungan kepada PDIP naik dari 19,3% menjadi 24%. Gerindra stabil dari 12,6% menjadi 13,4%,” kata Deni.
Sementara, lanjut Deni, partai-partai lain yang cenderung menurun, yakni Golkar menurun dari 12,3% menjadi 8,5%; PKB dari 9,7% menjadi 7,1%; PKS dari 8,2% menjadi 6,9%; Demokrat dari 7,8% menjadi 5,5%; NasDem dari 9,1% menjadi 5,4%; PPP dari 4,5% menjadi 3,3%; PAN dari 6,8% menjadi 1,2%.***













