Olahraga
Singapore Open 2024: Fajar/Rian Jungkirkan Juara Malaysia Masters Astrup/Rasmusen Maju ke Final, Gregoria Terhadang An Se Young

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto lolos ke final. (Foto: PBSI)
FAKTUAL-INDONESIA: Ganda putra Skuad Merah Putih, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, sukses menjungkirkan juara Malaysia Masters Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmusen (Denmark) lewat rubber game 21-11, 16-21 dan 21-12 guna maju ke final turnamen BWF Super750 Singapore Open 2024, Minggu (1/6/2024), di Singapore Indoor Stadium, Singapura.
“Senang bisa kembali ke final, semua pemain pasti mau hasil yang terbaik di setiap turnamen,” kata Fajar. “Tetapi memang tidak mudah, banyak gejolak dari proses itu. Pasti melelahkan pekan lalu main sampai hari akhir, dan pekan ini mereka sampai semifinal. Tadi juga bermain rubber game. Beruntung kami tidak terpancing permainan mereka di gim ketiga,” lanjut Fajar.
Sedangkan Rian menuturkan, lawanya yang pekan sebelumnya sukses juara di Malaysia, sepanjang pertandingan tampil penuh percaya diri.
“Lawan baru saja juara di Malaysia Masters pekan lalu, tadi juga mereka tampil percaya diri,” tutur Rian. “Kami menikmati dan fokus satu poin demi satu poin, bermain tenang dan juga mengontrol,” tambahnya.
Di final duet Fajar/Rian bertemu pasangan Hi Ji Ting/Ren Xiang Yu (China). Ji Ting/Xiang Yu ke final sesudah meredam perlawanan pasangan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) melalui laga seru rubber game 21-16, 19-21 dan 21-16.
“Besok lawan He/Ren akan menjadi pertemuan pertama kami setelah mereka berpasangan,” ungkap Rian. “Kalau dengan pasangan masing-masing yang dulu kami sering bertemu, jadi secara individu kami sudah sama-sama tahu.Kami akan pelajari video pertandingan mereka dan menyiapkan strategi,” imbuh Rian.

Perlawanan Gregoria
Sementara tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, memberikan perlawanan cukup menyulitkan kepada unggulan utama An Se Young (Korea). Meski ia harus menyerah tapi kali ini Gregoria mampu membuat Se Young kewalahan dalam partai yang berakhir 14-21, 21-23.
“Secara permainan saya kurang puas karena saya melihat ada kesempatan untuk mendapatkan lebih terutama di game kedua,” tutur Gregoria usai pertandingan. “Tapi sayang saya tidak bisa memanfaatkan posisi unggul yang cukup meyakinkan tadi. Hanya secara keseluruhan saya punya kesenangan tersendiri bisa bertemu An Se Young hari ini,” tambahnya.
Ditambahkan Gregoria, saat poin 15 dirinya sempat terjatuh. Tidak terlalu terasa sakit anklenya, tapi di poin terakhir ada twist (ankle) sedikit. “Saya berharap tidak terlalu serius kondisinya,” ungkap Gregoria.
Gregoria menilai Se Young telah pulih setelah sempat istirahat karena cedera. “Saya rasa di turnamen ini, An Se Young sudah mulai kembali ke performa terbaiknya,” ungkap Gregoria. “Dengan kecepatan yang dia punya, dia terlihat lebih baik dari sebelumnya. Sebagai teman, saya ikut senang dengan membaiknya dia menjelang ke Olimpiade nanti,” jelasnya. ****














