Connect with us

News

Forkompinda Banda Aceh Resmi Larang Warga Rayakan Tahun Baru, Dihimbau Perbanyak Ibadah

Diterbitkan

pada

Forkompinda Banda Aceh Resmi Larang Warga Rayakan Tahun Baru, Dihimbau Perbanyak Ibadah

Warga Aceh diminta untuk tidak merayakan tahun baru 2026. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Banda Aceh resmi mengeluarkan seruan bersama larangan tidak merayakan malam pergantian tahun mendatang dan meminta warga untuk memperbanyak ibadah.

Hal tersebut diungkap Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Banda Aceh, Jumat (26/12/2025)

“Kami mengimbau kepada warga Kota Banda Aceh tidak merayakan tahun baru, mari memperbanyak ibadah, muhasabah (introspeksi diri), dan berdoa agar tahun baru membawa kebaikan,” kata dia.

Baca Juga : 21 Tahun Peringatan Gempa Tsunami Aceh, Doa Bersama di Masjid Baiturrahman

Seruan tersebut disampaikan setelah dilaksanakan penandatanganan bersama Forkopimda Banda Aceh pada rapat koordinasi bersama dalam rangka pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, di Banda Aceh.

Dalam imbauan tersebut, masyarakat yang berada di ibu kota Provinsi Aceh itu diminta tidak merayakan malam pergantian tahun baru 1 Januari 2026 dengan pesta kembang api, mercon, atau petasan, meniup terompet, balapan kendaraan dan lainnya baik di tempat terbuka maupun tertutup.

Advertisement

“Tidak boleh melakukan kegiatan hura-hura lainnya yang menimbulkan kerumunan massa, tidak bermanfaat serta bertentangan dengan syariat Islam dan adat istiadat Aceh,” ujarnya.

Kemudian, kepada pedagang, dilarang untuk memperjualbelikan petasan, mercon, kembang api terompet atau sejenisnya. Semua ini, demi terciptanya ketertiban dan ketenangan di tengah masyarakat.

Baca Juga : Masyarakat Terdampak Bencana Aceh – Sumatera Selain Dapat BLT juga Bantuan Khusus dan Santunan Korban

Di sisi lain, meminta masyarakat untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan serta kerukunan umat beragama, meningkatkan kepedulian dalam menegakkan syariat Islam, saling menghormati dan membantu demi tercapainya ketertiban dan keamanan.

Illiza mengatakan, meski sebagian besar warga Banda Aceh tidak merayakan Natal dan tahun baru, tetapi pemerintah bersama Forkopimda tetap melakukan pengamanan saat pergantian tahun nanti.

“Pengamanan tetap kita lakukan untuk menciptakan suasana yang kondusif serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” demikian IIliza Sa’aduddin Djamal.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement