Connect with us

Nusantara

Pemda DIY Targetkan 472.000 Lansia Terima Vaksinasi Booster

Diterbitkan

pada

 

KGPAA Paku Alam X saksikan vaksinasi booster. (Istimewa)

 

FAKTUAL-INDONESIA: Vaksinasi booster (dosis 3) mulai digeber Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sedikitnya 472.000 lansia di semua Kabupaten/Kota dipatok bisa diberikan vaksin tersebut.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, di sela menghadiri kick off vaksinasi booster tingkat DIY yang diselenggarakan di Gedung JEC, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/1/2022).

“Vaksinasi booster ini prioritas kalangan lansia dan masyarakat dengan komorbid. Prioritas mempertimbangkan risiko paparan virus corona khususnya varian omicron yang lebih tinggi untuk kelompok lansia dan berkomorbid,” katanya.

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajoen Setyaningastutie, Sri Paduka, sebutan sehari-hari Wagub DIY mengemukakan, vaksin booster memang diprioritaskan untuk lansia dengan komorbid untuk mengurangi resiko fatal paparan Covid -19. Ia menilai varian baru memang lebih beresiko bagi kelompok ini.

Advertisement

“Hari ini kita kick off vaksinasi untuk lansia di DIY. Kita juga menyertakan teman-teman ASN untuk dibooster, tapi prioritas tetap lansia dan yang komorbid. Beberapa kali teleconference dengan Jakarta memang varian ylbaru ini lebih banyak beresiko bagi lansia dan komorbid,” jelas Sri Paduka.

Pemberian vaksin baik dosis 1 maupun dosis 2 di DIY, ujarnya untuk saat ini telah mencapai 98 persen. Dengan capaian ini, imbuhnya, menjadikan DIY berada di ranking 3 nasional dengan capaian vaksinasi terbaik.

Kondisi inilah yang menjadi alasan bagi pusat, agar DIY bisa memulai booster vaksinasi lebih cepat dari daerah lain.

Namun demikian, meskipun sudah memulai booster, DIY menurut Sri Paduka Paku Alam X tetap memprioritaskan vaksinasi bagi mereka yang sama sekali belum divaksinasi.

Pembajoen Setyaningastutie membenarkan apa yang disampaikan Wagub DIY. Saat ini memang booster diprioritaskan untuk lansia dan mereka yang berkomorbid. Juga untuk ASN guru dan tenaga pendidikan.

Advertisement

Namun menurut Pembajoen, peserta dibatasi pada mereka yang telah menerima vaksin dosis 1 dan 2 jenis Sinovac.

“Untuk yang basisnya AstraZeneca, Insya Allah minggu depan booster kita lakukan karena itu hanya bisa pakai Moderna yang levelnya agak beda tapi heterolog. Cuma itu yang direkomendasikan,” jelas Pembajoen.

Kick off ini menurutnya, akan berlangsung selama 3 hari, dari 13 hingga 15 Januari dengan target 5.000 peserta. Perhari, Pembajoen mematok target 1.500, dan berharap bisa melampaui target.

Setelah lansia dan ASN/Tenaga Pendidikan, program ini akan dilanjutkan dengan masyarakat umum. Pemberian booster vaksinasi ini gratis sesuai imbauan pemerintah pusat.

Namun yang menjadi catatatan, tidak seperti vaksinasi sebelumnya, booster ini hanya bisa diberikan melalui Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Pemerintah.

Advertisement

“Ada sekitar 13.000 ASN Tenaga Pendidik yang kita prioritaskan. Ketersediaan vaksin sampai akhir bulan ini aman bagi lansia dan ASN. Tapi memang kita minta yang primernya Sinovac dulu untuk diprioritaskan. Aztra bulan depan. Dan semua jenis vaksinasi diberikan sama, yaitu setengah dosis,” ujarnya.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement