Home NasionalNusantara Tarik Wisatawan, Kota Solo Bersama Keraton Surakarta Gelar Atraksi Prajurit Keraton

Tarik Wisatawan, Kota Solo Bersama Keraton Surakarta Gelar Atraksi Prajurit Keraton

oleh Uti Farinzi

 

Prajurit Keraton Surakarta saat berfoto bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dalamsatu acara. (Foto:Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Kegiatan sektor pariwisata di Kota Solo mulai menggeliat. Untuk menarik wisatawan datang ke Kota Solo, Dinas Pariwisata bersama Keraton Surakarta Hadiningrat serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, akan menggelar atraksi prajurit keraton.

Atraksi budaya prajurit keraton ini dikemas seperti pergantian prajurit penjaga di Istana Buckingham, London Inggris atau atraksi prajurit jaga di Istana Gyeongbokgung, di Seoul, Korea Selatan.

Menurut Pengageng Parentah Keraton Surakarta, KGPH Dipokusumo, Jumat (5/11/2021), atraksi budaya tersebut menampilkan prajurit keraton dan prajurit kreasi baru.

“Ini pertama kalinya prajurit keraton dijadikan atraksi budaya sebagai daya tarik wisata. Kalau sebelumnya kan tari-tarian yang menjadi daya tarik wisata budaya sekarang ada prajutit itu. Para prajurit itu juga ada aba-abanya sendiri, begitu juga baju seragam yang dikenakan, semuanya nanti akan jadi daya tarik wisata Kota Solo,” jelas Dipokusumo di Siti Hinggil Keraton Surakarta, Jumat (5/11/2021).

Lebih lanjut Dipukusumo mengatakan salah satu atraksi prajurit keraton yang ditampilkan adalah saat pergantian prajurit jaga. Atraksi tersebut akan digelar setiap hari Sabtu sore.

Sedangkan untuk prajurit dengan kreasi nantinya akan ditempatkan di sejumlah titik seperti kawasan Gladak atau di Balai Kota Solo.

Lebih lanjut, Dipokusumo mengatakan ada sekitar 21 kesatuan prajurit di Keraton Surakarta. Mereka juga memiliki kekhasan pakaian seragam yang dikenakan.

“Para prajurit keraton ini biasanya tampil dalam setiap upacara adat keraton.Setidaknya ada sembilan upacara adat keraton mulai dari bulan Suro hingga Besar,” jelasnya lagi.

Diantaranya Grebeg Maulud Nabi, Mahesa Lawung, Grebeg Idul Fitri, Grebeg Besar,  tingalan ndalem, malam selikuran serta sungkeman.

Dipokusumo juga menjelaskan ada sejumlah nama-nama dalam kesatuan prajurit keraton. Diantaranya prajurit Sorogeni, Joyosuro, Tamtomo, serta Prawiroanom.

“Selain atraksi, yang menjadi daya tarik wisata adalah keunikan dari kostum yang dikenakan para prajurit tersebut. Karena setiap kesatuan memiliki warna seragam yang berbeda-beda. Harapannya ini bisa berdampak multi efek terutama terkait dengan kepariwisataan,” katanya.

Menurut salah satu pelaku usaha wisata di Kota Solo, Daryono, pihaknya juga menggandeng hotel-hotel di Kota Solo untuk mempromosikan atraksi budaya tersebut.

“Kalau kita lihat atraksi prajurit di Istana Buckingham Inggris selalu laku untuk dijual. Jadi biasanya wisatawan domestik kebanyakan hanya wisata kuliner di Kota Solo, maka dengan atraksi ini kita paksa untuk menginap paling tidak semalam di Kota Solo karena atraksi ini dilakukan sore hari,” paparnya.

Menurut Daryono, event ini hanya salah satu culture programe pariwisata di Kota Solo. Harapannya bisa mendongkrak dan mendorong event-event baru untuk mengangkat budaya Kota Solo.

Sementara itu, Kepada Dinas Pariwisata Kota Solo, Aryo Widyandoko mengatakan atraksi budaya prajurit keraton yang akan diluncurkan Sabtu (6/11/2021) besok, diharapkan menjadi daya tarik wisata di Kota Solo.

“Hari ini sudah dimulai dengan acara wilujengan. Besok atraksi prajurit ada dua bagian yakni prajurit keraton dan prajurit kreasi, nanti akan dipadukan,” pungkasnya. ***