Nusantara
Pemkot Solo Sediakan Lahan Khusus Untuk Pemakaman Pasien Covid-19

Pemkot Solo menyediakan lahan khusus untuk pemakaman Covid-19. (Foto : istimewa)
FAKTUALid – Lahan pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Solo semakin berkurang menyusul terus melonjaknya kasus meninggal akibat Covid-19. Untuk mengantisipasi terjadinya krisis lahan pemakaman, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah menyiapkan lahan khusus untuk warga yang meninggal karena Covid-19.
Lahan khusus untuk warga yang meninggal karena Covid-19 tersebut berada di TPU Purwoloyo. Pemkot Solo akan memanfaatkan blok di TPU tersebut yang masih kosong.
“Masih ada beberapa blok yang masih kosong dan mampu menampung sekitar 2.000 an lagi,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani, Sabtu (10/7/2021).
Menurut Ahyani, lahan yang disediakan tersebut bisa digunakan jika di ada warga yang keluarganya meninggal karena Covid-19 dan kesulitan untuk memakamkan di TPU lain. Pemkot tetap mempersilahkan warga untuk memilih TPU mana saja yang akan digunakan untuk memakamkan keluarganya yang meninggal karena Covid-19.
“Ini untuk mengantisipasi jika ada kendala saat ingin memakamkan di TPU lainnya,” ujarnya.
Jumlah pemakaman jenazah dengan menggunakan protokol kesehatan di Kota Solo sejak satu bulan terakhir meningkat tajam. Dibandingkan dengan bulan Mei, pemakaman dengan protokol Covid-19 pada bulan Juni meningkat hampir empat kali lipat.
Berdasarkan data dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kota Solo, selama bulan Juni ada 160 jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan. Sedangkan pada bulan Mei hanya ada 44 jenazah.
“Sejak Januari hingga Juni, sebenarnya ada penurunan untuk pemakaman dengan protokol kesehatan yakni pada bulan Februari,” kata Kepala Seksi Pemakaman Umum Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kota Solo, Adji Anggoro.
Pada bulan Januari jumlahnya mencapai 186 pemakaman, angka ini turun di bulan Februari menjadi 87 pemakaman. Bulan Maret turun menjadi 61 begitu juga selama bulan April juga turun menjadi 42 pemakaman.
Tetapi pada bulan Mei mulai naik menjadi 44 pemakaman dan Juni ini menjadi 160 pemakaman. Selama enam bulan ini pihaknya telah memakamkan 580 jenazah dengan protokol Covid-19. (Uti Farinzi) ***
Lanjutkan Membaca














