Nusantara
Antisipasi Kemacetan di Dalam Kota, Dishub Solo Mulai Pasang RPPJ

Dishub Kota Solo memasang RPPJ penunjuk arah bagi pemudik. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Arus lalu lintas di Kota Solo, Jawa Tengah sejak beberapa hari terakhir mengalami peningkatan. Untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan lalu lintas di dalam kota, Dinas Perhubungan (Dishub) Solo mulai memasang Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ).
Ada 126 titik di Kota Solo yang dipasangi RPPJ. Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Ari Wibowo, pemasangan RPPj tersebut sangat penting.
“Ini urgent karena akan menunjukkan arah agar pemudik yang tidak berkepentingan masuk kota atau tujuannya tidak ke Solo, bisa belok arah. Sehingga tidak terjadi kepadatan lalu lintas di dalam kota,” jelas Ari Wibowo di sela-sela pemasangan RPPJ, Kamis (27/4/2022).
Pemudik yang akan menuju Surabaya atau Puswodadi, tidak perlu melewati Jalan Slamet Riyadi yang menjadi jalan utama di Kota Solo.
Ari juga mengatakan untuk arus lalu lintas sejak tanggal 25 hingga 27 April arus lalu lintas mulai meningkat. Peningkatan volume kendaraan tersebut terjadi karena adanya potensi pemudik yang pulang lebih awal.
“Selain itu juga adanya aktivitas di wilayah aglomerasi Solo Raya, baik yang bekerja maupun untuk kepentingan memenuhi kebutuhan Lebaran,” jelasnya lagi.
Berdasarkan data di Dishub, volume kendaraan yang masuk Kota Solo pada tanggal 27 April pukul 00.00 sebanyak 283.401 kendaraan. Sedangkan kendaraan yang keluar tercatat sebanyak 287.403 kendaraan.
“Prediksi puncak arus pemudik di Kota Solo terjadi tanggal 30 April. Berdasar data tanggal 27 dibanding periode sama tahun lalu terjadi peningkatan 70 persen,” katanya.
Jika dibandingkan dengan periode sama sebelum pandemi yakni tahun 2019, naik 15 persen.
“Kalau dibandingkan dengan hari biasa terjadi peningkatan 10 persen,” katanya.
Dishub Solo bersama dengan kepolisian Polresta Solo akan melakukan patroli kota untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan. Patroli juga dilakukan di titik perparkiran dan patroli sarana lalu lintas.
“Patroli perparkiran apakah ada parkir liar atau parkir yang mengganggu badan jalan,” katamya lagi.
Dishub juga akan mengoptimalkan sentra centrol room dengan melakukan setting lampu Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Dari Satlantas Polresta Solo sudah mengantisipasi kemacetan dengan membentuk tiga tim urai kemacetan. Tim urai akan memantau arus yang padat di Kota Solo,” tambah Ipda Sri Widada dari Polresta Solo. ***














