Connect with us

Nasional

Pengungsi Gempa NTT Bertambah, Capai 150.576 Orang

Diterbitkan

pada

Jumlah pengungsi akibat gempa NTT bertambah. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 150.576 orang masih berada di lokasi pengungsian hingga Sabtu (22/8/2026).

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di kisaran 130 ribu orang. Penambahan pengungsi terjadi di tengah masih berlangsungnya gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah pengungsi masih dapat berubah sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

“Pengungsi juga bertambah dari angka yang kemarin 130-an ribu, sekarang sudah mencapai 150.576 jiwa,” ujar Berton dalam konferensi pers daring dari Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Manggarai Jadi Daerah dengan Pengungsi Terbanyak

Kabupaten Manggarai tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pengungsi paling banyak. BNPB mencatat 41.427 warga mengungsi di daerah tersebut.

Advertisement

Selanjutnya, Kabupaten Nagekeo mencatat 34.256 pengungsi, sementara Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 31.372 orang.

Selain menyebabkan ribuan warga harus meninggalkan rumah, gempa juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di sejumlah wilayah.

BNPB mencatat korban meninggal dunia terdiri atas 31 orang di Manggarai, 30 orang di Manggarai Timur, sembilan orang di Sikka, dua orang di Ende, satu orang di Manggarai Barat, 13 orang di Nagekeo, dan empat orang di Ngada.

Sementara itu, sebanyak 1.298 orang mengalami luka-luka, termasuk 336 orang yang dilaporkan mengalami luka berat.

Ribuan Personel Dikerahkan

Advertisement

Penanganan bencana gempa NTT melibatkan ribuan personel dari berbagai unsur. BNPB mencatat terdapat 5.832 personel TNI, 238 personel Polri, serta 903 relawan dari 104 lembaga yang telah dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak.

Pemerintah pusat dan daerah bersama berbagai lembaga kemanusiaan juga terus menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga, terutama mereka yang berada di lokasi pengungsian.

Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan dasar hingga dukungan layanan kesehatan.

Berton menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi salah satu prioritas dalam penanganan bencana.

“Kolaborasi ini menjadi wujud nyata gotong royong dalam memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi. Kami memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas,” ujar Berton.

Advertisement

Hingga Sabtu, proses penanganan dampak gempa masih berlangsung di sejumlah wilayah NTT. Pemerintah dan pihak terkait juga terus memantau aktivitas gempa susulan sekaligus memastikan keselamatan warga serta kelancaran distribusi bantuan.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement