Connect with us

Ibu Kota

22 Agustus 2025 Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Diterbitkan

pada

22 Agustus 2025 Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Cuaca Jakarta pada 22 Agustus terburuk keempat di dunia. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Pada Jumat pagi (22/8/2025), kualitas udara Jakarta menempati peringkat keempat dunia terburuk berdasarkan situs pemantau kualitas udara IQAir. Masyarakat dihimbau untuk mengenakan masker.

Peringkat pertama ditempati Doha, Qatar dengan indeks kualitas udara 280, kemudian diikuti Kumpala, Uganda pada urutan kedua dengan indeks 177 dan Kinshasa, Kongo pada posisi ketiga dengan indeks 158.

Baca Juga : Kamis Pagi 7 Agustus 2025, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

Berdasarkan pantauan pada pukul 06.20 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 153 dengan partikel halus (particulate matter/PM) 2.5 atau masuk kategori tidak sehat.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta berencana meniru sejumlah kota besar di dunia, seperti Paris dan Bangkok dalam menangani polusi udara

Belajar dari kota lain, Bangkok memiliki 1.000 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU), Paris memiliki 400 SPKU. Jakarta saat ini memiliki 111 SPKU dari sebelumnya hanya 5 unit. Ke depan kita akan menambah jumlahnya agar bisa melakukan intervensi yang lebih cepat dan akurat,” kata Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, 18 Maret 2025.

Advertisement

Ia menambahkan keterbukaan data menjadi langkah penting dalam memperbaiki kualitas udara secara sistematis.

Baca Juga : Kualitas Udara Jakarta 22 Juli 2025 Terburuk di Dunia, Warga Dihimbau Pakai Masker

Oleh karena itu, penyampaian data polusi udara harus terbuka agar intervensi dapat dilakukan secara efektif. Kendati demikian, dia menilai intervensi tersebut tidak hanya bersifat sesaat, tetapi berkelanjutan dan luar biasa agar masalah pencemaran udara dapat teratasi sepenuhnya.

Ke depan, DLH DKI Jakarta menargetkan penambahan 1.000 sensor kualitas udara berbiaya rendah (low-cost sensors) sehingga pemantauan lebih luas dan akurat.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement