Home NasionalIbu Kota Pedagang Kerak Telor Menjerit, Omset Drop di Masa Pandemi

Pedagang Kerak Telor Menjerit, Omset Drop di Masa Pandemi

oleh Bambang

Udin, pedagang kerak telor. (Farhanzuhdi)

FAKTUALid – Penjual kerak telor di Kemayoran, Jakarta Pusat, menjerit pembatasan jam dagang dan kebijakan jaga jarak selama pendemi menyebabkan omset turun signifikan.

Demikian penuturan salah satu pedagang kuliner khas Betawi Kerak Telor, Udin (49), ketka ditemui disela-sela berjuang menjajakan dagangannya, di kawasan Jakarta International EXPO (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (13/6/2021).

Menurut Udin, pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan omset penjual cukup drastis di banding sebelum wabah pandemi Covid-19 muncul. Pandemi Covid-19 memang punay dampak yang cukup besar bagi seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, bukan hanya pengusaha kelas atas saja tetapi kelas bawah juga terkena dampak seperti UMKM mengalami kemerosotan omset yang cukup signifikan.

Dijelaskan Udin, sejak pandemi sepi orang membeli kerak telor yang dijajakannya. “Pandemi ini sih berdampak banget,sehari bisa sampai 50 hingga 60 porsi perhari sekarang paling banyak 20 porsi itu juga ngga tentu,” kata Udin.

Bahkan di awal pandemi, dirinya tidak berjualan selama 3 bulan lamanya. Pada 3 bulan tersebut dirinya tidak dapat berjualan dikarenakan adanya kebijakan-kebijakan seperti PSBB yang diberlakukan oleh Pemda DKI Jakarta guna menghambat penularan virus Covid-19.

“Pas awal-awal mah saya pasrah aja gabisa apa-apa tergantung nasib aja lah. Tapi rezeki mah datang dari mana aja, alhamdulillah cukup buat menghidupi istri dan 3 anak saya” kata Udin.

Sebelum adanya pandemi Covid-19, dirinya mengandalkan dari acara-acara yang diselenggararakan oleh pihak JIEXPO. “Saya jualan sebenernya ngandelin adanya event kaya PRJ, kalo ada event saya tuh bisa jual 100 porsi kerak telor perharinya” jelas Udin. “Tapi mau apalagi, ya jalani aja dan yakin rejeki akan selalu ada kau kita berusaha,” sambungnya.

Udin memulai menjual kerak telor sejak tahun 2001, sebelum membuka usahanya sendiri dahulu dirinya sempat ikut orang betawi berjualan kerak telor. Lambat laun dirinya mulai memberanikan membuka dengan bermodal gerobak pikul. Bermodalkan tabungan seadanya ditambah dirinya mulai merintis usaha tersebut.

Terkait tempat, dirinya sudah mengajukan ke pemerintah agar memberikan tempat yang legal bagi para penjual kerak telor agar mereka merasa nyaman berjualan. “Saya udah ngajuin tempat ke pemerintah dari tahun 2017 tapi belum ada jawaban sampai sekarang. Cape juga jualan di pinggir jalan gini takut razia Pol PP. Lebih aman kalo kita disediakan tempat yang legal,” harap Udin. (Farhanzuhdi)

You may also like

Tinggalkan Komentar