Ibu Kota
DKI Evaluasi Pelaksanaan PTM 100 Persen Seiring Kasus Covid-19 Varian Omicron Meningkat
Ilustrasi Varian Omicron. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA: Seiring meningkatnya kasus terpapar Covid19 di Ibukota, Pemprov DKI Jakarta segera mengevaluasi perihal Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Sebelumnya DKI Jakarta disebut jadisalah satu wilayah yang ikut menyebarkan virus Covid-19 varian Omicron. “Kami mempertimbangkan semua masukkan, apakah secara formal melalui lembaga organisasi atau pribadi, pribadi warga
Jakarta yang ingin agar evaluasi terkait PTM. Kami akan pertimbangkan, kami terus melakukan monitoring, pengawasan, dan
evaluasi terkait pelaksanaan PTM 100 persen terbatas,” tegas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Senin (24/1/2022), di Balaikota, Jakarta.
Dijelaskan Wagub Ariza, di Ibukota saat ini masih masuk level 2 dalam status Covid-19. Untuk level 1 dan 2 masih diperbolehkan untuk melakukan aktivitas, meskipun dengan pembatasan yang harus dipatuhi.
“Jakarta masih memenuhi syarat karena status masih level 2,” ungkap Wagub Ariza. “Syarat lain vaksin tenaga pendidikan di atas 80 persen, lansia di atas 50 persen, dan Jakarta vaksinnya lebih dari 91 persen tenaga kependidikannya, lansia di atas 71 persen bahkan peserta didik pun sudah 98 persen. Itu artinya Jakarta memenuhi syarat,” tambah Wagub Ariza.
Ditambahkan Wagub Ariza, di DKI Jakarta melaksanakan ketentuan dari pemerintah pusat. “Jadi sekali lagi kami melaksanakan tugas ketentuan, sesuai dengan aturan yang ada,” ucap Wagub Ariza. “Kami terima kasih masukkan pertimbangan mudah-mudahan ini menjadi perhatian kita yang lebih untuk bisa memastikan PTM berlangsung dengan baik,” tambahnya.
Pemprov DKI sejauh ini mencatat 43 sekolah yang pernah terpapar. Dari 43 sekolah itu ada 67 peserta didik, pendidiknya 2, dan tenaga pendidiknya 3 jadi total 72 kasus .”Sudah dibuka kembali atau pemberhentiannya dibuka kembali itu 28 sekolah. Yang masih tutup 15 sekolah dan mudah-mudahan dalam waktu dekat semua akan dibuka kembali,” sambungnya. ****












