Connect with us

Nasional

Bencana Negeriku: Redam Banjir Bandang Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar, 3 Ton Garam Cuaca Ditebar

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Petugas menyiapkan natrium klorida yang akan disebar di langit Sumatera Barat pada operasi teknologi modifikasi cuaca dalam menanggulangi bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapapi dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar)

Petugas menyiapkan natrium klorida yang akan disebar di langit Sumatera Barat pada operasi teknologi modifikasi cuaca dalam menanggulangi bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapapi dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar)

FAKTUAL INDONESIA: Tiga (3) ton Natrium Klorida (NaCl) yang merupakan garam modifikasi cuaca ditebar di langit Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) untuk meredam potensi bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi dan longsor.

Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan menebarkan tiga ton Natrium Klorida (NaCl) merupakan upaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan instansi lainnya dalam penanggulangan dan percepatan masa transisi darurat ke pemulihan bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor di wilayah Sumbar.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan penyemaian NaCl tersebut dilakukan dengan fokus pada wilayah-wilayah di sekitar daerah aliran sungai pada lereng Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar.

“Operasi teknologi modifikasi cuaca kali ini dilaksanakan sebanyak tiga sortie dengan durasi penerbangan lebih kurang enam jam dan 11 menit,” kata Abdul Muhari melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Padang, Minggu.

Seperti dilansir antaranews.com, total NaCl yang disemai pada operasi TMC  berjumlah 3.000 kilogram, dimana setiap sortie disemai sebanyak 1.000 kilogram. Sortie pertama dilakukan pada pukul 10.21 WIB dengan target penyemaian di sekitar wilayah tenggara hingga timur Kota Padang yakni Kabupaten Sijunjung dan Solok bagian selatan.

Advertisement

“Sortie pertama ini dilakukan dengan ketinggian 11.000 kaki,” sebut dia.

Kemudian sortie kedua menyasar wilayah di sekitar Kabupaten Pesisir Selatan atau bagian selatan dari Kota Padang. Penyemaian tersebut dilakukan pada ketinggian 12.500 hingga 13.000 kaki. Sementara sortie ketiga menyasar wilayah timur laut hingga bagian timur Kota Padang.

Ia mengatakan penyemaian dilakukan saat pagi menjelang siang hingga sore hari. Alasannya, BMKG telah memprediksi potensi hujan terjadi pada siang hari. Wilayah yang diperkirakan terdampak hujan yaitu Kota Pariaman, Padang, Bukittinggi, Batu Sangkar, dan Padang Panjang.

“Daerah-daerah tersebut diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sebesar 6,3 sampai 16,6 milimeter per hari,” ujarnya.

Butuh 150 Sabo Dam

Advertisement

Sementara itu Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy menyebut idealnya dibutuhkan sekitar 150 unit sabo dam untuk mengantisipasi potensi banjir dan banjir bandang lahar dingin yang membawa material batu dan kayu dari lereng Gunung Marapi.

“Sabo dam itu untuk menahan batu-batu besar serta kayu/pohon yang terbawa arus dari lereng Gunung Marapi,” katanya di Padang, Minggu.

Audy mengatakan berdasarkan informasi dari Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat meninjau bencana di Sumbar, satu aliran sungai yang berhulu ke Marapi butuh enam sabo dam untuk bisa meredam potensi banjir dan banjir bandang lahar dingin.

Sementara jumlah aliran sungai yang berhulu ke Marapi dan berpotensi banjir dan banjir bandang ada sekitar 25 sungai, sehingga idealnya butuh 150 sabo dam.

“Sekarang kita di Sumbar cuma punya dua check dam, bukan sabo dam. Karena untuk kebutuhan, itu memang masih sangat kurang,” katanya.

Advertisement

Audy menilai jika dibandingkan dengan kondisi aliran sungai Gunung Merapi di Yogyakarta yang memiliki sekitar 272 sabo dam, kondisi di Sumbar memang masih jauh dari ideal.

“Namun, kita berterima kasih ,karena Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PUPR sudah merencanakan tahun ini dibangun sekitar 12 sabo dam pada enam aliran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi,” katanya.

Ia menilai Kementerian PUPR benar-benar serius untuk membantu penanggulangan bencana banjir dan banjir bandang lahar dingin di Sumbar.

Ia berharap ke depan jumlah sabo dam pada aliran sungai yang memiliki potensi bencana itu bisa terus ditambah, sehingga benar-benar bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.​​​​​​​

Sabo dam merupakan bangunan dam atau bangunan dengan pelimpas yang tujuannya untuk mencegah bahaya banjir lahar gunung berapi.

Advertisement

Selain sebagai pengendali lahar, sabo dam juga bermanfaat untuk mencegah bahaya longsor, menahan bebatuan dan kayu yang dibawa arus banjir. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement