Connect with us

Internasional

KRI Bima Suci Sandar di Jepang, Perkuat Diplomasi Maritim Indonesia-Jepang

Diterbitkan

pada

Kapal Bima Suci bersandar di Jepang perkuat diplomasi. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA :  Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci berlabuh di Dejima Pier, Nagasaki, Jepang, pada 18–21 Juni 2026 dalam rangka misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktik Kartika Jala Krida (Lattek KJK) 2026.

Kedatangan kapal latih milik TNI Angkatan Laut tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi maritim sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang yang telah terjalin selama hampir tujuh dekade.

Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, mengatakan kunjungan KRI Bima Suci tidak hanya merupakan agenda kunjungan muhibah, tetapi juga menjadi simbol eratnya hubungan kerja sama kedua negara, khususnya di bidang maritim.

“Kehadiran KRI Bima Suci menjadi momentum strategis untuk memperkuat diplomasi maritim, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta menegaskan persahabatan yang kuat antara Indonesia dan Jepang,” ujar Kartini dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Menurut dia, diplomasi maritim memiliki peran penting dalam hubungan bilateral Indonesia dan Jepang, terutama di tengah dinamika geopolitik kawasan yang terus berkembang. Kerja sama di sektor maritim juga sejalan dengan komitmen kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang.

Advertisement

Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, menyebut kunjungan internasional yang dijalankan kapal tersebut tidak hanya membawa misi diplomasi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para taruna Akademi Angkatan Laut (AAL).

“Kunjungan ke Nagasaki menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan persahabatan antarnegara sekaligus memberikan wawasan dan pengalaman internasional bagi para taruna sebagai calon pemimpin masa depan TNI AL,” kata Sugeng.

Sementara itu, Rear Admiral Ogawa Kunio dari Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) menilai Indonesia dan Jepang memiliki kesamaan sebagai negara kepulauan yang menghadapi tantangan maritim serupa. Karena itu, kerja sama di sektor maritim dinilai semakin penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

Ia juga menegaskan bahwa kunjungan KRI Bima Suci mencerminkan eratnya hubungan kedua negara dan diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi di masa mendatang.

Sebelum tiba di Jepang, KRI Bima Suci telah menjalani pelayaran ke sejumlah negara, termasuk China, Korea Selatan, dan Rusia. Kapal yang membawa 77 taruna AAL angkatan ke-73 tersebut selanjutnya akan melanjutkan pelayaran menuju Manila, Filipina, dan dijadwalkan tiba pada 2 Juli 2026.

Advertisement

Di Filipina, para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan diplomasi, pendidikan, dan budaya sebagai bagian dari rangkaian Muhibah Diplomasi Duta Bangsa Kartika Jala Krida 2026.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement