Connect with us

Ekonomi

Rupiah Senin 22 Juni 2026: Melemah ke Rp17.843 per Dolar, Menjaga Jangan Terperosok Lebih Dalam

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Memanasnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberi sentiment negative terhadap nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sehingga ditutup melemah Senin (22/6/2026). (AI)

Memanasnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberi sentiment negative terhadap nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sehingga ditutup melemah Senin (22/6/2026). (AI)

FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan performa yang kurang bergairah pada awal pekan ini. Pada penutupan perdagangan pasar spot hari Senin (22/6/2026), mata uang Garuda tergelincir dan ditutup melemah 39 poin atau 0,22 persen ke level Rp17.843 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.804 per dolar AS.

Nilai pada penutupan itu pelemahannya lebih tajam dari saat pembukaan ketika rupiah dibuka

melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp17.813 per dolar AS.

Sedangkan Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini bergerak menguat di level Rp17.819 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.826 per dolar AS.

Koreksi ini membuat rupiah semakin mendekati level psikologis baru. Sejumlah sentimen global dan domestik dituding menjadi biang kerok utama yang menekan otot mata uang domestik kita.

Advertisement

Sentimen Geopolitik Timur Tengah

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa guncangan di pasar global dipicu oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump. Pernyataan tersebut memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer tambahan terkait eskalasi kelompok Hizbullah di Lebanon.

“Komentar keras dari Donald Trump tersebut mengguncang psikologis investor. Pelaku pasar kembali berhati-hati dan memilih aset safe-haven (seperti dolar AS), sehingga menekan mata uang berkembang termasuk rupiah,” ujar Ibrahim, Senin (22/6/2026).

Meskipun saat ini sedang berlangsung pembicaraan diplomatik antara AS dan Iran di Swiss, pasar tetap mewaspadai risiko konflik fisik yang sewaktu-waktu bisa mengganggu stabilitas pasokan energi dunia dan rantai pasok global.

Data Ekonomi AS dan Inflasi Domestik

Advertisement

Selain faktor ketegangan geopolitik, ada dua faktor krusial lain yang membuat rupiah tidak berdaya awal pekan ini:

  1. Sinyal Hawkish The Fed dan Data PDB

Investor di pasar valas saat ini sedang dalam mode wait and see menanti rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal I-2026 serta Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE). Data inflasi tersebut merupakan acuan utama Bank Sentral AS (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga global. Sinyal hawkish dari pertemuan FOMC sebelumnya masih terus memperkuat indeks dolar AS.

  1. Tantangan Inflasi dan Faktor Cuaca di Dalam Negeri

Dari dalam negeri, analis menilai Indonesia mulai menghadapi tantangan imported inflation (inflasi barang impor) akibat penyesuaian harga BBM nonsubsidi (seperti Pertamax series). Tidak hanya itu, potensi ancaman fenomena cuaca El Nino yang diprediksi melanda mulai akhir Juni hingga Oktober mendatang juga berisiko menaikkan harga pangan (volatile food), sehingga turut memberi sentimen negatif bagi pergerakan mata uang Garuda.

Menjaga Tidak Terperosok Lagi

Meskipun rupiah mengalami tekanan yang cukup berat dan diproyeksikan masih fluktuatif sepanjang pekan ini, para pengamat menilai bauran kebijakan moneter dari Bank Indonesia (BI) diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar agar tidak terperosok lebih dalam.

Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.850-Rp17.890 per dolar AS.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di antara  Rp 17.840 – Rp 17.890,” ungkap Ibrahim.***

Advertisement

Ringkasan Pergerakan Kurs Rupiah Hari Ini

ParameterCatatan Perdagangan (22 Juni 2026)
Posisi PenutupanRp17.843 per dolar AS
Pelemahan (Poin)39 poin
Persentase Penurunan0,22%
Pemicu UtamaKetegangan AS-Iran, Menanti Data PCE AS, & Risiko Inflasi Domestik

***

Lanjutkan Membaca
Advertisement