Connect with us

Kesehatan

Ini 6 Gejala Kekurangan Protein yang Bisa Mengganggu Kesehatan, Jangan Disepelekan!

Diterbitkan

pada

Gejala Kekurangan Protein

Ilustasi: Gejala Kekurangan Protein

FAKTUAL INDONESIA – Gejala kekurangan protein merupakan sinyal peringatan dari tubuh yang sering kali diabaikan karena kemunculannya terkesan sepele. Sebagai makronutrien esensial, protein berperan krusial dalam membangun jaringan otot, memproduksi hormon, hingga menjaga sistem kekebalan tubuh. Sayangnya, akibat gaya hidup atau pola diet yang kurang seimbang, pemenuhan kebutuhan zat pembangun ini kerap luput dari perhatian harian kita. 

Ketika tubuh kehabisan cadangan protein, dampaknya bisa memicu rasa lelah, penurunan massa otot, hingga perubahan fisik seperti rambut rontok dan kuku rapuh. Selain itu, kekurangan nutrisi ini juga dapat menurunkan imunitas sehingga tubuh menjadi lebih rentan terserang penyakit. Oleh karena itu, sangat penting untuk mendeteksi tanda-tanda ini sedini mungkin demi mencegah gangguan kesehatan yang lebih serius. Berikut ini beberapa gejala kekurangan protein yang sudah faktualid.com lansir dari berbagai sumber:

Gejala Kekurangan Protein

  1. Massa Otot Berkurang

    Sebagai komponen utama pembangun otot, berkurangnya massa atau mengecilnya ukuran otot merupakan salah satu gejala kekurangan protein yang paling nyata. Kondisi ini juga kerap ditandai dengan melemahnya kekuatan fisik serta munculnya nyeri sendi secara mendadak akibat kurangnya asupan protein harian.

    Jangan pernah menyepelekan kekurangan protein meski dalam kadar yang ringan, karena kondisi ini bisa memicu penyusutan otot secara signifikan, khususnya pada lansia. Penelitian yang dilansir dari Healthline membuktikan bahwa lansia dengan konsumsi protein rendah sangat rentan mengalami penurunan massa otot, sedangkan meningkatkan asupannya terbukti efektif memperlambat proses degenerasi otot tersebut. 

  2. Kerontokan Rambut 

    Salah satu gejala kekurangan protein yang sering kali tidak disadari adalah terjadinya kerontokan rambut secara berlebihan. Hal ini terjadi karena komponen utama pembentuk rambut adalah jenis protein yang dikenal sebagai keratin, di mana protein tersebut juga menjadi fondasi penting bagi kesehatan sel folikel rambut.

    Ketika asupan nutrisi ini tidak terpenuhi dengan baik, pertumbuhan helai rambut baru akan melambat dan folikel rambut pun akan mengalami gangguan. Akibatnya, kekuatan rambut akan melemah secara drastis sehingga helaiannya menjadi lebih tipis, rapuh, dan sangat mudah rontok.

    Baca juga: Mudah! 7 Cara Merawat Rambut Rontok Secara Alami 

  3. Susah Tidur

    Kualitas tidur yang buruk ternyata tidak hanya dipicu oleh konsumsi kafein yang berlebihan, melainkan bisa menjadi salah satu gejala kekurangan protein di dalam tubuh. Hal ini terjadi karena jaringan otot berperan penting dalam mengendalikan kestabilan berbagai hormon yang bertugas mengatur siklus tidur nyenyak kamu.

    Ketika tubuh kekurangan asupan protein, keseimbangan hormon tersebut akan terganggu sehingga memicu masalah insomnia atau sulit tidur. Sebaliknya, sebuah riset menunjukkan bahwa mencukupi kebutuhan energi harian lewat asupan protein dapat memperbaiki pola tidur pada orang dewasa, terutama bagi mereka yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. 

  4. Retensi Cairan 

    Pembengkakan pada area kaki dan pergelangan kaki merupakan salah satu gejala kekurangan protein yang kerap terjadi akibat gangguan keseimbangan cairan. Dalam kondisi normal, protein berfungsi krusial menahan garam dan air agar tetap berada di dalam pembuluh darah, sehingga cairan tidak menumpuk secara berlebihan di jaringan tubuh.

    Namun, saat tubuh kekurangan asupan protein, cairan tersebut akan merembes keluar ke jaringan di sekitarnya dan memicu terjadinya pembengkakan (edema). Ciri khas dari pembengkakan akibat retensi cairan ini adalah timbulnya cekungan atau bekas tekanan jari yang tidak langsung hilang saat kulit yang membengkak tersebut kamu tekan. 

  5. Sistem Imun Menurun 

    Sistem imun yang melemah hingga membuat kamu rentan terserang penyakit atau infeksi merupakan salah satu gejala kekurangan protein yang wajib diwaspadai. Protein memiliki peran vital dalam benteng pertahanan tubuh bahkan kekurangan zat gizi ini dalam kadar yang rendah sekalipun sudah cukup untuk mengacaukan fungsi sistem kekebalan kamu.

    Secara biologis, protein bertanggung jawab penuh dalam memproduksi sel darah putih, antibodi, protein darah, serta molekul imun penting lainnya seperti interleukin dan sitokin. Seluruh komponen tersebut saling bersinergi untuk menangkal serangan virus, bakteri, dan patogen berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. 

  6.  Rambut mudah Rontok

    Terjadinya kerontokan rambut yang parah merupakan salah satu indikasi nyata bahwa tubuh kamu sedang kekurangan protein. Hal ini terjadi karena helai rambut sebagian besar terbentuk dari jenis protein bernama keratin, dan protein itu sendiri adalah fondasi penting bagi kesehatan folikel rambut. Ketika pasokan nutrisi ini menipis, proses pertumbuhan rambut baru akan melambat dan folikel rambut akan terganggu fungsinya. Akibatnya, rambut menjadi kehilangan kekuatannya, menipis, rapuh, dan akhirnya sangat mudah rontok.

Melihat banyaknya dampak negatif bagi tubuh, jelas bahwa memenuhi kebutuhan protein harian bukanlah hal yang bisa ditawar-tawar. Mulai dari masalah penyusutan otot, rambut rontok, hingga melemahnya sistem imun, semua tanda tersebut adalah alarm nyata agar kita lebih peduli terhadap apa yang tersaji di piring makan sehari-hari. 

Jangan tunggu sampai kesehatan kamu benar-benar terganggu untuk mulai mengubah pola hidup. Yuk, mulai hari ini, pastikan kamu selalu memasukkan sumber protein berkualitas seperti daging, ikan, telur, tahu, tempe, atau kacang-kacangan ke dalam setiap menu makanan kamu demi investasi kesehatan jangka panjang!***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement