Connect with us

Internasional

Jembatan Ambruk Menimpa Kereta Api, 7 Tewas dan 69 Luka-luka di Bryansk Rusia, Sabotase Ukraina?

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Jembatan Ambruk Menimpa Kereta Api, 7 Tewas dan 69 Luka-luka di Bryansk Rusia, Sabotase Ukraina?

Tampak kesibukan petugas dan masyarakat di tengah kegelapan membantu menyelamatkan korban akibat runtuhnya jembatan yang menimpa kereta api di wilayah Bryansk, Rusia, Sabtu (31/5/2025)

FAKTUAL INDONESIA: Sebuah jembatan ambruk kemudian menimpa kereta api yang tengah meluncur sehingga mengakibatkan setidaknya tujuh (7) orang tewas dan 69 lainnya luka-luka, Sabtu (31/5/2025) malam.

Jembatan itu runtuh di wilayah Bryansk, Rusia, dekat perbatasan Ukraina, menghancurkan kereta yang sedang melaju.

Menurut laporan media pemerintah Rusia RIA Novosti, kereta tersebut sedang dalam perjalanan dari kota Klimov menuju ibu kota Moskow ketika tertimpa puing-puing jembatan dan tergelincir, menurut media pemerintah Rusia RIA Novosti

Seperti dilansir CNN.com, otoritas perkeretaapian Rusia menuding gangguan ilegal dalam operasi transportasi tanpa menegaskan sebagai sabotase atas kejadian tersebut.

Saluran Telegram Baza Rusia, yang sering menerbitkan informasi dari sumber-sumber di dinas keamanan dan penegakan hukum, melaporkan, tanpa memberikan bukti, bahwa menurut informasi awal, jembatan itu diledakkan.

Advertisement

Baca Juga : Presiden Zelensky Kecam Amerika Diam Saja setelah Rusia Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Ukraina

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan Baza secara independen dan belum ada komentar langsung dari Ukraina.

Kantor berita negara TASS melaporkan, investigasi telah diluncurkan, dan sebuah tim sedang memeriksa lokasi tersebut.

Gambar-gambar dari kantor kejaksaan transportasi antardaerah Moskow menunjukkan tanah longsor, puing-puing dan beton di atas apa yang tampak seperti kereta penumpang, dan gerbong yang tergelincir saat layanan darurat tiba di tempat kejadian.

Teknisi kereta api termasuk di antara mereka yang tewas dalam insiden tersebut, RIA Novosti melaporkan. Seorang bayi masih dalam kondisi serius, menurut kementerian darurat Rusia.

Penumpang dievakuasi dari reruntuhan dan dibawa ke pusat akomodasi sementara di stasiun terdekat, menurut TASS.

Advertisement

Gubernur daerah Bryansk Alexander Bogomaz mengatakan di Telegram bahwa layanan darurat dan pejabat pemerintah sedang bekerja di lokasi kejadian.

“Segala yang diperlukan sedang dilakukan untuk memberikan bantuan kepada para korban,” katanya, menurut TASS.

Baca Juga : Rusia dan Ukraina Sepakat Lakukan Pertukaran Tawanan Perang Terbesar tapi Perundingan Damai Temui Jalan Buntu

Sejak dimulainya perang yang dilancarkan Rusia lebih dari tiga tahun lalu, telah terjadi penembakan lintas perbatasan, serangan pesawat tak berawak, dan serangan rahasia dari Ukraina ke wilayah Bryansk, Kursk, dan Belgorod yang berbatasan dengan Ukraina.

Presiden AS Donald Trump telah mendesak Moskow dan Kyiv untuk bekerja sama dalam kesepakatan untuk mengakhiri perang, dan Rusia telah mengusulkan putaran kedua pembicaraan tatap muka dengan pejabat Ukraina minggu depan di Istanbul.

Ukraina belum berkomitmen untuk menghadiri perundingan pada hari Senin, dengan mengatakan bahwa mereka pertama-tama perlu melihat proposal Rusia, sementara seorang senator terkemuka AS memperingatkan Moskow bahwa mereka akan “terkena dampak keras” oleh sanksi baru AS. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement