Selebritis
Aaron Carter Meninggal Dunia, Kesehatan Mentalnya Terganggu

Aaron Carter ditemukan tewas di rumahnha1kw⁶ŕģ
FAKTUAL-INDONESIA : Aaron Carter, yang tenar sebagai penyanyi cilik di zamannya, meninggal dunia dalam usia 34 tahun, pada Minggu (6/11/2022). Belum diketahui penyebab kematiannya. Namun sejumlah media lokal menyebut kesehatan mental bisa jadi penyebabnya.
Mengutip Pagesix, penyebab kematian Aaron bisa diketahui setelah dilakukan autopsi. Dan dibutuhkan waktu 6 bulan untuk mengetahui hasilnya.
Semasa kecil, adik dari personel Backstreet Boys Nick Carter ini dikenal sebagai artis cilik. Memulai debut di usia 9 tahun dan kerap tampil di Nickelodeon, lalu beralih menjadi penyanyi rap saat tumbuh dewasa.
Pada 2019, Aaron tampil dalam sebuah tayangan televisi The Doctor dan membawa setas obat yang disebutnya didapat setelah didiagnosis multiple personality disorder, skizofrenia, gangguan manik-depresi atau bipolar, serta anksietas.
Sebelumnya, ia juga sempat mencari pertolongan untuk mengendalikan dorongan keinginan mengisap ganja. Ia juga mengaku menggunakan Xanax sebagai bagian dari rencana pengobatan terkait hal tersebut.
Disebut Aaron juga beberapa kali masuk pusat rehabilitasi terkait penyalahgunaan obat. Salah satunya ketika hendak memperjuangkan kembali hak asuh anaknya, Prince.***
FAKTUAL-INDONESIA : Aaron Carter, yang tenar sebagi penyanyi cilik di zamannya meninggal dunia dalam usia 34 tahun, pada Minggu (6/11/2022). Belum diketahui penyebab kematiannya. Namun sejumlah media lokal menyebut kesehatan mental bisa jadi penyebabnya.
Mengutip Pagesix, penyebab kematian Aaron bisa diketahui setelah dilakukan autopsi. Dan dibutuhkan waktu 6 bulan untuk mengetahui hasilnya.
Semasa kecil, adik dari personel Backstreet Boys Nick Carter ini dikenal sebagai artis cilik. Memulai debut di usia 9 tahun dan kerap tampil di Nickelodeon, lalu beralih menjadi penyanyi rap saat tumbuh dewasa.
Pada 2019, Aaron tampil dalam sebuah tayangan televisi The Doctor dan membawa setas obat yang disebutnya didapat setelah didiagnosis multiple personality disorder, skizofrenia, gangguan manik-depresi atau bipolar, serta anksietas.
Sebelumnya, ia juga sempat mencari pertolongan untuk mengendalikan dorongan keinginan mengisap ganja. Ia juga mengaku menggunakan Xanax sebagai bagian dari rencana pengobatan terkait hal tersebut.
Disebut Aaron juga beberapa kali masuk pusat rehabilitasi terkait penyalahgunaan obat. Salah satunya ketika hendak memperjuangkan kembali hak asuh anaknya, Prince.***














