Connect with us

Ekonomi

Kemenhub Tambah Kuota Mudik Gratis Lebaran 2022, Semula 350 Kendaraan Jadi 700

Avatar

Diterbitkan

pada

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat berbincang dengan calon penumpang bus di Terminal Pulogebang, Minggu (10/4/2022). (Foto: Kemenhub)

FAKTUAL-INDONESIA: Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menyampaikan bahwa kuota mudik gratis Lebaran 2022 akan ditambah.

“Mudik gratis kami ada perubahan, kami tambah kuota yang semula kita akan siapkan kendaraan 350 unit, kita akan siapkan kendaraan sebanyak 700. Jadi dengan 700 kendaraan bus, termasuk juga truk,” kata Budi Setiyadi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Dirjen Budi menyampaikan, sekitar 21.000 ribu masyarakat dari wilayah Jabodetabek akan diangkut ke sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Sebelumnya Kemenhub menyiapkan kuota mudik gratis penumpang sebesar 10.500 orang.

“Nanti ada tambahan ke Jatim di Ngawi. Yang lainnya Solo, Semarang, Purwokerto, Pemalang, Slawi, Tegal, tentunya juga jadi tujuan mudik gratis. Jabar juga masih sekitar Cirebon, Tasik, Garut, dan Ciamis,” ujarnya.

Advertisement

Ia menambahkan, dalam program mudik gratis ini sekitar 2.000 kendaraan sepeda motor akan difasilitasi untuk dibawa dari Jakarta dengan menggunakan truk menuju tujuan mudik di sekitar Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan dari tanggal 27, 28, dan 29 April 2022.

Cara Pendaftaran

Sebelumnya seperti telah diberitakan Faktualid.com Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat kembali menggelar mudik gratis tahun 2022 dengan menyiapkan sebanyak 350 unit bus.

“Diimbau bagi masyarakat untuk tidak mudik dengan sepeda motor apalagi  yang sarat penumpang dan barang. Oleh karena itu, Ditjen Hubdat tahun ini kembali mempersiapkan mudik gratis dengan bus,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dalam konferensi pers daring yang dipantau di Jakarta, Jumat (8/4/2022).

Advertisement

Dirjen Budi menjelaskan bahwa setelah vakum selama 2 tahun, kini dalam program mudik gratis juga disiapkan truk pengangkut motor.

Jumlah warga yang dapat ditampung yaitu 10.500 penumpang  dengan 350 unit bus.

Pendaftaran dimulai tanggal 9 April dengan tujuan 14 kota di Jawa Tengah.

Rincian untuk rencana kuota bus mudik disediakan 270 bus untuk mengangkut 8.100 penumpang, sementara untuk balik disediakan 80 bus untuk mengangkut 2.400 penumpang.

Kuota truk bagi sepeda motor disediakan 34 unit guna mengangkut 1.020 unit motor.

Advertisement

Keberangkatan bus mudik gratis ini dijadwalkan pada 28 April 2022.

Rencana 14 kota tujuan mudik tersebut yaitu:
1. Tegal 2. Semarang 3. Demak 4. Kudus 5. Boyolali 6. Solo 7. Klaten 8. Wonogiri 9. Wonosari 10. Yogyakarta 11. Magelang 12. Wonosobo 13. Kebumen 14. Purwokerto

Untuk keberangkatan arus balik disiapkan bus dari 5 kota yakni Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Wonogiri.

Untuk menampung motor yang akan dibawa pemudik, Ditjen Hubdat juga telah menyiapkan sebanyak 34 unit truk yang akan diberangkatkan menuju Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Wonogiri.

Lebih lanjut Dirjen Budi menyampaikan, bagi masyarakat yang akan mendaftar mudik gratis dapat mengakses laman www.mudikhubdat2022.com dan mendaftar secara daring.

Advertisement

Selanjutnya dapat login dan mengisi data lengkap, kemudian menunggu verifikasi dan validasi sistem.

Setelah itu calon pemudik dapat mengunduh dan cetak QR e-tiket peserta mudik.

Calon pemudik dapat membawa QR e-tiket beserta data pendukung lainnya (KTP, Kartu Keluarga/KK, Bukti Vaksin) ke lokasi registrasi untuk mendapatkan nomor bus.

“Calon pemudik kemudian dapat berangkat sesuai dengan lokasi pemberangkatan dan tujuan sesuai nomor bus,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, syarat lainnya untuk mudik gratis ini yaitu pemudik wajib memiliki dokumen sah kependudukan seperti KTP dan KK, sudah vaksin lengkap/booster.

Advertisement

Bagi calon pemudik yang baru vaksin dosis 2, diwajibkan membawa hasil tes antigen maksimal 1×24 jam atau PCR maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Sementara itu bagi yang baru mendapatkan dosis 1, wajib membawa bukti tes PCR maksimal 3×24 jam sebelum pemberangkatan.

Bagi pemudik yang memiliki kondisi kesehatan khusus dapat membawa bukti hasil tes PCR 3×24 jam dan surat keterangan rumah sakit pemerintah bahwa yang bersangkutan belum/tidak dapat mengikuti vaksinasi covid-19 pada saat pemberangkatan.

Bagi anak-anak wajib menyerahkan dokumen KK.

Selama pendaftaran dan proses keberangkatan peserta mudik gratis ini wajib mendownload dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Advertisement

“Bagi calon pemudik yang tidak mempunyai smartphone maka dapat membawa bukti kartu vaksin dan booster,” katanya.

Dirjen Budi juga mengimbau masyarakat tidak membeli tiket bus dari calo.

Saat ini semakin banyak penawaran tiket bus pariwisata untuk mudik dari EO atau koordinator dengan tarif yang lebih mahal.

“Hal ini merusak tatanan sehingga saya berharap masyarakat jangan mudah tergiur oleh penawaran mudik yang bukan dari operator,” katanya dilansir antaranews.com.

Ke depan Ditjen Hubdat akan memberikan pengawasan khusus bagi kendaraan ilegal tersebut baik bus maupun travel.

Advertisement

Ia meminta Kepolisian nanti untuk melakukan penindakan.

Selain itu, Kemenhub juga mengimbau  masyarakat yang sudah mempersiapkan diri untuk mudik agar menghindari perjalanan pada saat puncak arus mudik yakni 30 April hingga 1 Mei sehingga tidak terjadi kepadatan lalu lintas. ***

Lanjutkan Membaca