Ekonomi
Rupiah Menguat dan Menguat, Sebaliknya IHSG BEI Melemah dan Melemah

Nilai tukar (kurs) rupiah yang sehari sebelumnya loyo maka hari ini Selasa (28/10/2025) perkaya dengan menguat sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah dari pagi hingga sore
FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berbeda nasib dalam pembukaan dan penutupan perdagangan, Selasa(28/10/2025).
Kalau sehari sebelumnya loyo serpanjang hari maka hari ini kurs rupiah tampil perkasa karena menguat sejak pembukaan perdagangan dan tetap menguat saat penutupan.
Sebaliknya IHSG BEI justru melemah ketika pembukaan pagi hari dan tetap melemah pada penutupan sore harinya. Kalau sehari sebelumnya IHSG sempat menguat di pembukaan namun melemah saat penutupan.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.618 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.621 per dolar AS.
Kondisi ini terus bertahan sampai penutupan ketika kurs rupiah menguat sebesar 13 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.608 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.621 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga menguat di level Rp16.622 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.628 per dolar AS.
Sementara itu IHSG BEI sudah melemah sejak perdagangan dibuka Selasa pagi sebesar 34,33 poin atau 0,42 persen ke posisi 8.082.82.
Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,74 poin atau 0,45 persen ke posisi 820,79.
IHSG terus berada di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
IHSG ditutup melemah 24,52 atau 0,30 persen ke posisi 8.092,63. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,92 poin atau 0,23 persen ke posisi 822,61.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti yang menguat sebesar 3,28 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor teknologi yang masing-masing naik sebesar 2,65 persen dan 1,65 persen.
Sedangkan tujuh sektor melemah yaitu sektor industri turun paling dalam sebesar 1,00 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor keuangan yang turun masing-masing sebesar 0,89 persen dan 0,69 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SLIS, IKAN, SSTM, SOHO, dan PURI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SMIL, DWGL, AMIN, BULL, dan REAL.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.308.793 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,21 miliar lembar saham senilai Rp19,83 triliun. Sebanyak 341 saham naik, 309 saham menurun, dan 159 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 120,32 poin atau 0,24 persen ke 50.392,00, indeks Hang Seng melemah 87,56 poin atau 0,33 persen ke 26.346,14, indeks Shanghai melemah 8,72 poin atau 0,22 persen ke 3.988,22, dan indeks Strait Times menguat 10,06 poin atau 0,23 persen ke 4.450,36. ***














