Ekonomi
Rupiah dan IHSG BEI dari Menguat Terperosok ke Zona Merah di Penutupan Perdagangan Selasa

Nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya menjanjikan di pembukaan perdagangan, Selasa (23/12/2025), namun kemudian terperosok di penutupan.
FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak tahan menerima tekanan sehingga harus terperosok ke zona merah saat penutupan perdagangan valuta dan sahan Selasa (23/12/2025).
Padahal baik rupiah maupun IHSG sempat menjanjikan di pagi hari ketika sama-sama dibuka menguat dalam pembukaan perdagangan.
Saat pembukaan perdagangan Selasa pagi, nilai tukar rupiah menguat 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.768 dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS.
Namun rupiah kemudian bergerak ke zona merah sehingga ditutup melemah 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.787 dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS.
Baca Juga : Akhir Pekan yang Lesu, Rupiah dan IHSG BEI Sama-sama Ditutup Melemah, Kenapa?
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp16.790 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.773 per dolar AS.
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 61,05 atau 0,71 persen ke posisi 8.584,78. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,77 poin atau 1,25 persen ke posisi 848,95.
Padahal pada pembukaan perdagangan IHSG BEI dibuka menguat 10,81 poin atau 0,13 persen ke posisi 8.656,65. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,13 poin atau 0,13 persen ke posisi 858,59.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 2,32 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor teknologi yang naik masing-masing sebesar 2,16 persen dan 0,57 persen.
Sedangkan, tujuh sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 1,33 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor energi yang masing-masing turun 1,12 persen dan 1,33 persen.
Baca Juga : Rupiah Melemah dari 1 menjadi 29 Poin, IHSG BEI dari Hijau ke Zona Merah
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PADA, INET, MEDS, SDMU, dan ARKO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SUPA, STAR, PJHB, PAMG, dan WEHA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.763.395 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 41,45 miliar lembar saham senilai Rp24,44 triliun. Sebanyak 275 saham naik, 373 saham menurun, dan 157 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 10,50 poin atau 0,02 persen ke 50.412,89, indeks Hang Seng melemah 27,62 poin atau 0,11 persen ke 25.774,14, indeks Shanghai menguat 2,61 poin atau 0,07 persen ke 3.919,97, dan indeks Strait Times menguat 27,06 poin atau 0,59 persen ke 4.637,35. ***














