Connect with us

Ekonomi

Pelaku Pasar Menunggu Kebijakan BI, Rupiah Ditutup Stagnan

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rupiah pada akhir perdagangan pasar spot, Senin (24/5/2021),  Rp.14.355 per dolar Amerika Serikat

Rupiah pada akhir perdagangan pasar spot, Senin (24/5/2021), Rp.14.355 per dolar Amerika Serikat

FaktualID – Pelaku pasar menanti kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pada Selasa (25/5/2021) besok terutama menyangkut tentang keputusan suku bunga acuan pada bulan ini. Penantian membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan awal pekan hari ini ditutup stagnan.

Mata uang Merah Putih pada akhir perdagangan pasar spot, Senin (24/5/2021), bertengger di level Rp.14.355 per dolar Amerika Serikat,  atau tidak berubah dari perdagangan sebelumnya. Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.362 per dolar AS atau menguat dari Rp14.375 per dolar AS pada akhir pekan lalu.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang melemah dari dolar AS, seperti peso Filipina minus 0,25 persen, rupee India minus 0,09 persen, ringgit Malaysia minus 0,03 persen, dolar Hong Kong minus 0,01 persen, dan won Korea Selatan minus 0,01 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam riset hariannya, Senin (24/5/2021), mengemukakan, pergerakan nilai tukar rupiah stagnan karena pasar menanti kebijakan moneter BI yang akan diumumkan pada Selasa. “Pelaku pasar memperkirakan BI masih tetap mempertahankan suku bunga acuan pada bulan ini,” ujar Ibrahim.

Assuaibi menuturkan, pelaku pasar menunggu BI soal suku bunga acuan pada bulan ini yang diperkirakan bertahan di 3,5%.  BI mempertahankan suku bunga sambil menunggu komitmen perbankan baik perbankan plat merah maupun perbankan swasta untuk menurunkan suku bunga kredit lebih dalam lagi.

Advertisement

Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp.14.340 – Rp.14.380 terhadap dolar AS. “Untuk perdagangan besok mata uang rupiah diramalkan dibuka fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.340-Rp.14.380,” kata Ibrahim.

Sejak pandemi covid-19 ikut mengobrak-abrik perekonomian nasional, BI dilaporkan tidak tinggal diam. BI 7 Day Reverse Repo Rate diturunkan 200 basis poin ke 3,5%. Ini adalah suku bunga acuan terendah dalam sejarah Indonesia merdeka.

Selain itu, BI juga memberikan pelonggaran makroprudensial. Konsumen yang ingin mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) tidak perlu menyiapkan uang muka, cukup bayar angsuran bulanan. “Semua ini dilakukan untuk memberi ‘pelumas’ agar perekonomian Tanah Air bisa bergerak lebih mulus. Namun sepertinya perbankan belum bergerak dalam irama yang sama,” tambahnya. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement