Ekonomi
Kondisi Rupiah Masih Lemah, IHSG BEI Membaik dan Menguat

Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu bangkit dari melemah ke menguat, Rabu (5/11/2025), nilai tukar (kurs) rupiah justru masih melemah dari pagi hingga sore.
FAKTUAL INDONESIA: Kondisi nilai tukar (kurs) rupiah Rabu (5/11/2025), masih seperti sehari sebelumnya, melemah sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan. Dari Rabu pagi hingga sore, kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Hal yang sama hampir saja terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini. Pasalnya saat perdagangan dibuka pagi hari IHSG BEI masih melemah seperti saat ditutup sehari sebelumnya.
Namun setelah itu IHSG bergerak membaik dan lalu menguat. Dari pembukaan IHSG positif sampai penutupan sesi pertama hingga penutupan perdagangan saham.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu sore melemah sebesar 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.717 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.708 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Makin Melemah, IHSG BEI Makin Menguat dari Pembukaan hingga Penutupan
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada hari ini juga melemah di level Rp16.729 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.674 per dolar AS.
Meskipun tetap melemah namun rupiah agak membaik karena pada pembukaan perdagangan pagi harinya, melemah sebesar 25 poin atau 0,15 persen menjadi Rp16.733 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.708 per dolar AS.
Sementara itu IHSG pada pembukaan perdagangan pagi hari ini, IHSG BEI dibuka melemah 28,31 poin atau 0,34 persen ke posisi 8.213,60.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,36 poin atau 0,28 persen ke posisi 839,48.
Tetapi setelah itu IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 2,51 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 1,72 persen dan 0,89 persen.
Baca Juga : Akhir Pekan Tutup Bulan, Rupiah Menguat sedangkan IHSG BEI Melemah
Sedangkan dua sektor melemah yaitu sektor industri turun paling dalam sebesar 1,77 persen, diikuti oleh sektor properti yang turun sebesar 0,72 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NTBK, SAFE, BAPA, COIN, dan PTSP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BABY, FITT, KAQI, ISAP, dan IPAC.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.199.263 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,26 miliar lembar saham senilai Rp18,51 triliun. Sebanyak 284 saham naik, 357 saham menurun, dan 168 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 1.200,20 poin atau 2,33 persen ke 50.297,00, indeks Hang Seng melemah 16,99 poin atau 0,07 persen ke 25.935,41, indeks Shanghai menguat 9,06 poin atau 0,23 persen ke 3.969,25, dan indeks Strait Times melemah 5,60 poin atau 0,13 persen ke 4.417,12. ***













