Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Selasa 11 Agustus 2026: Ambrol 1,53% Jelang Rebalancing MSCI, Berpotensi Technical Rebound Terbatas

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Tekanan meluas ke hampir seluruh sektor saham menghempaskan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup dalam pada perdagangan hari ini, Selasa (11/8/2026), sehingga tetap berada di zona merah meskipun sempat menggebrak di langkah awal. (Foto: AI)

Tekanan meluas ke hampir seluruh sektor saham menghempaskan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup dalam pada perdagangan hari ini, Selasa (11/8/2026), sehingga tetap berada di zona merah meskipun sempat menggebrak di langkah awal. (Foto: AI)

FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) belum mampu bangkit dari zona merah Selasa (11/8/2026). Bahkan IHSG ditutup terperosok cukup dalam pada perdagangan hari ini.

IHSG terkoreksi 97,49 poin atau 1,53 persen ke posisi 6.267,88, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.388 dan level terendah di 6.230.

Padahal waktu pembukaan perdagangan saham Selasa pagi, IHSG sudah sempat melakukan gebrakan dengan menguat 18,44 poin atau 0,29 persen ke posisi 6.383,81.

Setelah itu IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi berikutnya IHSG  masih betah di zona merah karena tekanan meluas ke hampir seluruh sektor saham. Pelemahan ini dipicu sikap wait and see para pelaku pasar global maupun domestik menjelang momen krusial pengumuman rebalancing indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International).

Pada pagi hari  kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga naik 1,88 poin atau 0,30 persen ke posisi 636,01. Namun saat penutupan indeks LQ45 turun 8,34 poin atau 1,32 persen ke posisi 625,79.

Advertisement

Nasib IHSG sama dengan indeks Shanghai yang melemah 0,82 persen ke 3.934,09, dan indeks Hang Seng yang juga melemah 1,10 persen ke 25.652,82 di bursa saham regional Asia.

Sedangkan  indeks Nikkei menguat 2,08 persen ke 66.970,22, indeks Kospi menguat 0,73 persen ke 6.345,53, dan indeks Straits Times menguat 0,84 persen ke 5.746,11.

Faktor Pemicu Anjloknya IHSG

Pelemahan tajam IHSG pada perdagangan Selasa disebabkan oleh kombinasi sentimen berikut:

  • Sikap Wait and See MSCI Review: Pelaku pasar cenderung menahan diri menjelang pengumuman August Index Review MSCI yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026. Investor mengantisipasi potensi perubahan daftar konstituen (addition/deletion) serta kepastian status pasar modal Indonesia.
  • Tekanan Sektoral Meluas: Dari 11 sektor saham di BEI, 10 sektor berakhir di zona merah. Sektor Industri (IDXINDUST) menjadi penekan utama setelah anjlok hingga 3,49%, disusul sektor Barang Konsumen Non-Primer (IDXCYCLIC) turun 2,68%, dan sektor Teknologi (IDXTECHNO) yang menyusut 2,57%.
  • Hanya Sektor Kesehatan yang Selamat: Sektor Kesehatan (IDXHEALTH) menjadi satu-satunya sektor yang berhasil bertahan di zona hijau dengan menguat tipis 0,19%.
  • Sentimen Regional & Mata Uang: Tertekan oleh pelemahan nilai tukar rupiah dan sikap hati-hati pasar regional Asia menjelang rilis data inflasi (CPI) Amerika Serikat.

“Pasar cenderung menantikan tinjuan rebalancing MSCI bulan Agustus yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026,” kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus di Jakarta, Selasa.

Seperti dilansir Media Indonesia, para pelaku pasar berharap pemerintah dan regulator memberikan peluang bagi MSCI untuk segera mencabut status pembekuan atau freeze di saham Indonesia dalam Tinjauan Indeks Agustus 2026.

Advertisement

Adapun hasil peninjauan MSCI rencananya akan diumumkan 12 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 waktu Central European Summer Time (CEST), atau 13 Agustus 2026, sekitar pukul 04.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Di dalamnya ada daftar saham yang masuk dan keluar dari sejumlah indeks saham global. Perubahan indeks hasil reviu MSCI tersebut akan mulai berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.

Selain itu, proses terkait penunjukkan calon definitif Gubernur Bank Indonesia (BI) memberikan pengaruh positif terhadap IHSG setelah Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI dapat memberikan kepastian pascamundurnya Perry Warjiyo.

“Tantangan utamanya adalah mempertahankan independensi BI sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi pemerintah,” kata Nico.

Prediksi Rabu, 12 Agustus 2026

Advertisement

Untuk perdagangan Rabu (12/8/2026), IHSG diproyeksikan akan bergerak fluktuatif dengan potensi melakukan technical rebound terbatas.

Pergerakan indeks diprakirakan berada pada rentang support di level 6.220 – 6.240 dan resistance di kisaran 6.330 – 6.380.

Arah pasar besok akan sangat ditentukan oleh pengumuman resmi dari rebalancing MSCI. Jika hasil review memberikan kepastian positif bagi pasar modal Indonesia, IHSG berpeluang berbalik menguat. Namun, jika ketidakpastian berlanjut, investor diimbau tetap mewaspadai aksi profit taking dan mengutamakan strategi buy on weakness pada saham-saham ber fundamental kuat.

Analis Phintraco Sekuritas memaparkan indikator teknikal menunjukkan penyempitan histogram positif MACD, sementara Stochastic RSI bergerak melemah di area pivot. IHSG berakhir di bawah MA10 tetapi mampu bertahan di atas MA20.

“Diperkirakan IHSG akan menguji level support di 6.180-6.200,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Selasa (11/8/2026).

Advertisement

Proyeksi berbeda disampaikan MNC Sekuritas yang menilai indeks masih menyimpan peluang menguat menuju target 6.440-6.544. Meski demikian, risiko koreksi tetap terbuka menuju rentang 5.890-6.192.

Untuk aktivitas perdagangan Rabu (12/8/2026), MNC Sekuritas menyarankan empat saham pilihan yang dapat dicermati, yakni AMRT, EMAS, HRUM, dan ICBP.

Pergerakan Pasar Selasa

Sebanyak 542 saham mengalami penurunan harga, 141 saham menguat, dan 108 saham stagnan. Total nilai transaksi perdagangan mencapai Rp14,51 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,2 juta kali.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 dari 11 sektor saham melemah dengan emiten pada saham-saham industrial paling parah pelemahannya sebesar 3,49 persen. Selanjutnya, sektor cyclical turun 2,68 persen dan teknologi yang berkurang 2,57 persen.

Advertisement

Sementara kesehatan menjadi satu-satunya sektor saham yang mengalami penguatan pada perdagangan hari ini. Hingga penutupan perdagangan, sektor kesehatan berhasil menguat 0,19 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar (top gainers) yaitu XSGO, STAR, YPAS, FAST, dan KJEN. Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar (top losers) yakni SULI, BAIK, GMFI, TALF, dan FUTR. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement