Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Hari Kamis 10 September 2026: Terjun Bebas ke Level 6.589, Masih Dibayangi Tekanan Teknikal

Gungdewan

Diterbitkan

pada

IHSG BEI Hari Kamis 10 September 2026: Terjun Bebas ke Level 6.589, Masih Dibayangi Tekanan Teknikal

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat sebelum bergerak ke zona negatif hingga penutupan perdagangan pada Kamis (10/9/2026). (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir melemah signifikan pada perdagangan Kamis (10/9/2026).

Pasar saham domestik tertekan hingga jatuh 88,86 poin atau 1,33 persen ke posisi 6.589,34 setelah dibuka menguat 9,98 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.688,18.

Bahkan sempat melaju hingga menyentuh level tertinggi harian di 6.712. Namun IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Aksi pelemahan meluas hingga menyeret mayoritas konstituen indeks.  Pada pembukaan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,96 poin atau 0,30 persen ke posisi 666,21. Pada penutupan, indeks LQ45 turun 8,27 poin atau 1,25 persen ke posisi 655,98.

Baca Juga : IHSG BEI Hari Rabu 9 September 2026: Terkoreksi Tipis Ditahan Profit Taking, Besok Konsolidatif

Untuk bursa saham regional kawasan Asia juga dihiasi pelemahan. IHSG tidak sendirian melemah karena pelemahan juga menerpa indeks Shanghai yang melemah 0,43 persen ke 3.934,40, indeks Hang Seng menyurut 1,27 persen ke 24.954,47, indeks Kospi terkoreksi  0,25 persen ke 7.033,92, dan indeks Straits Times merosot 0,67 persen ke 5.692,06.

Sementara indeks Nikkei menguat 0,14 persen ke 65.232,00.

Advertisement

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak serta meningkatkan kekhawatiran inflasi dan suku bunga menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjadi pendorong pelemahan IHSG dan bursa regional Asia.

Konflik AS – Iran dan Rasio Utang

Baca Juga : IHSG BEI Selasa 8 September 2026: Meluncur Mulus Menguat 66,77 Poin, Berpeluang Berlanjut

Seperti dikutip dari Metrotv, Nico dalam kajiannya, mengemukakan,  belum terdapat tanda-tanda konflik AS-Iran mereda. Iran disebut menyatakan kesiapan menghadapi konflik yang lebih intens, sementara Presiden AS Donald Trump memperkirakan perang tidak akan berakhir hingga setelah pemilihan umum pada November 2026.

Konflik tersebut berpotensi mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz. Kondisi itu dapat mendorong harga minyak dan meningkatkan tekanan inflasi.

Pelaku pasar juga cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi AS yang dapat memengaruhi prospek suku bunga acuan The Fed. Merujuk CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin berada di level 60,2 persen.

Advertisement

Dari dalam negeri, pemerintah menargetkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 40,31-40,64 persen pada 2027. Pemerintah juga memproyeksikan yield Surat Berharga Negara (SBN) 2027 berada di kisaran 6,5-7,3 persen, dengan asumsi tengah 6,9 persen.

Baca Juga : IHSG BEI Hari Senin 7 September 2026: Anjlok ke Bawah Level Psikologis, Simak Penyebab & Prediksi Selasa

Jumlah investor SBN ritel tercatat sekitar 1,081 juta orang. Sementara itu, penerbitan SBN ritel ditargetkan mencapai Rp160 triliun-Rp170 triliun pada 2026, naik dari Rp152 triliun pada 2025.

“Kami menilai target rasio utang pemerintah di kisaran 40,31-40,64 persen terhadap PDB pada 2027 menunjukkan pemerintah masih berupaya menjaga keberlanjutan fiskal di tengah kebutuhan pembiayaan yang tetap besar,” ujar Nico.

Prediksi Pergerakan IHSG Jumat (11/9/2026)

Pergerakan IHSG pada perdagangan penutupan pekan, Jumat (11/9/2026), diproyeksikan masih dibayangi tekanan teknikal dengan potensi pengujian rentang pendukung (support).

Advertisement

Indeks berpeluang bergerak fluktuatif cenderung melemah terbatas (consolidative-bearish) pada area 6.540 hingga 6.620. Apabila tekanan jual dari investor asing mereda, IHSG berpotensi melakukan technical rebound untuk menguji area resistansi terdekat.

“Untuk besok, kami perkirakan koreksi IHSG relatif terbatas dan berpeluang menguat dengan support 6.576 dan resist 6.616,” kata analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana.

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham CDIA, DEWA, UNTR, dan AADI untuk trading Jumat (11/9/2026). Investor  direkomendasikan mencermati saham CDIA dengan kisaran Rp 730-Rp 760, UNTR pada Rp 27.400- Rp 27.925, serta DEWA pada Rp 496 – Rp 530.

Baca Juga : IHSG BEI Hari Jumat 4 September 2026: Melemah Terseset Profit Taking, Senin Menguji Area Support Terdekat

Sektor Energi Pimpin Pelemahan

Seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia kompak meluncur di zona merah. Sektor energi menjadi penekan terbesar indeks setelah anjlok hingga 2,06 persen, disusul oleh sektor transportasi yang turun 1,80 persen, infrastruktur merosot 1,31 persen, serta sektor kesehatan terkoreksi 1,22 persen.

Advertisement

Pelemahan IHSG turut dipicu oleh lonjakan yield obligasi AS serta fluktuasi harga komoditas global yang menahan laju akumulasi modal asing di pasar berkembang.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, saham yang mengalami penguatan harga terbesar antara lain GSMF, MGNA, KPIG, JECC, dan SAPX. Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar yaitu ESTI, POLA, PLAN, WGSH, dan UDNG.

Frekuensi perdagangan saham tercatat 2.632.000 kali transaksi dengan volume 45,85 miliar saham senilai Rp21,36 triliun. Sebanyak 300 saham menguat, 348 saham melemah, dan 315 saham tidak bergerak. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement