Connect with us

Nusantara

Otoped Tidak Diizinkan Dipakai di Kawasan Malioboro Yogyakarta

Diterbitkan

pada

Foto: antaranews.com

FAKTUAL-INDONESIA: Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan aturan terkait operasional otoped listrik akan segera ditetapkan, salah satunya tidak mengizinkan operasional di kawasan Malioboro.

“Aturannya sudah dibuat, tinggal menunggu tanda tangan dari Wali Kota saja,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa (22/3/2022).

Meskipun tidak diizinkan untuk beroperasi di Malioboro, tetapi pelaku usaha penyewaan otoped listrik masih diberi kesempatan untuk bisa menjalankan usahanya di lokasi lain.

Bahkan, Pemerintah Kota Yogyakarta sudah menyiapkan opsi jalur yang bisa dilalui otoped listrik di luar kawasan Malioboro yaitu dari Tugu hingga Teteg Malioboro. Jalur ini ditetapkan dengan menyesuaikan berbagai aturan yang berlaku.

“Dari sinkronisasi berbagai aturan terkait penggunaan otoped atau skuter berbasis listrik ini, hanya ada beberapa jalur yang bisa digunakan. Kami berpedoman pada aturan itu,” katanya dilansir antaranews.com.

Advertisement

Salah satunya adalah hanya bisa digunakan di trotoar, jalur lambat yang diperuntukkan bagi kendaraan tertentu, dan ruas jalan raya apabila sedang tidak ada kendaraan yang melintas atau “car free day”.

Sedangkan terkait penegakan aturan, Heroe mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan selalu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DIY terkait operasional otoped listrik tersebut.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menginginkan agar Pemerintah Kota Yogyakarta dapat segera menyelesaikan regulasi terkait keberadaan otoped listrik di Malioboro.

Penggunaan otoped listrik di kawasan utama wisata di Yogyakarta tersebut masih kerap mendatangkan keluhan dari sejumlah pihak terlebih jumlahnya kian banyak usai relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Malioboro.

Informasi lain menyebutkan, setelah PKL pindah ke Teras Malioboro 1 dan 2, kawasan pedestrian menjadi sangat luas dan lengang.

Advertisement

Koordinator Lapangan Perkumpulan Pengusaha Malioboro-Ahmad Yani (PPMAY) KRT Karyanto Purbohusodo mengatakan bahwa penataan PKL Malioboro memberikan dampak yang baik terhadap kondisi kawasan Malioboro.

Menurut dia, pedestrian terlihat semakin lapang dan pejalan kaki bisa berjalan dengan lebih nyaman.

Hanya saja, saat ini ada keluhan dari pemilik toko karena banyak pengguna otoped atau skuter listrik yang melintas di jalur pedestrian tersebut.

Menurut Karyanto, keberadaan skuter listrik cukup mengganggu pejalan kaki.

“Sekarang ini, banyak yang bermain otoped listrik dan melintas di sepanjang lorong. Kegiatan ini bisa membahayakan orang. Takutnya, menabrak orang yang melintas. Apalagi, kalau sore hari banyak pengunjung yang berjalan-jalan,” katanya, Selasa (15/2/2022). ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement