Connect with us

Kesehatan

Masyarakat Senantiasa Hidup Bersama Covid-19 yang akan Selalu Ada

Diterbitkan

pada

Ilustrasi

FAKTUAL-INDONESIA: Kasus positif Covid-19 tak mungkin nol atau benar-benar hilang. Vaksinasi membuat yang terinfeksi tidak terlalu menderita. Dengan demikian masyarakat bakal terus hidup berdampingan dengan virus corona.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakannya dalam konferensi pers, Selasa (8/3/2022).

Penambahan kasus, tuturnya, pasti tetap ada saat pelonggaran protokol kesehatan Covid-19 diterapkan.

“Penambahan kasus itu mungkin bisa terjadi karena kita tahu kita tidak mungkin menolkan (menghilangkan) kasus Covid-19. Kita akan hidup berdampingan dengan Covid-19,” kata Nadia.

Capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia, ujarnya, sudah mencapai 92 persen untuk dosis pertama, 71 persen dosis kedua, dan 6 persen untuk booster. Ia menilai proteksi individu dan herd immunity sudah mulai tercapai di Indonesia.

Advertisement

Apabila warga sudah menerima vaksin lengkap, ucap juru bicara vaksinasi Covid-19 itu, potensi menularkan Covid-19 ke warga yang lain kecil lantaran terjadi proses netralisasi dari pemberian vaksin tersebut.

Selain itu, warga yang sudah divaksin lengkap juga berpeluang tak mengalami gejala berat saat terpapar Covid-19. Mereka hanya mengalami gejala ringan hingga tanpa gejala.

“Kalau terjadi peningkatan kasus kita bisa mengatasinya dan tidak membebani fasilitas kesehatan. Pada prinsipnya kita akan hidup berdamai dengan Covid-19,” ujarnya.

Pemerintah mulai melonggarkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Seperti menghapus syarat tes PCR maupun antigen untuk berpergian melalui jalur darat, udara, maupun laut.

Selain itu, melonggarkan aturan jaga jarak jelang bulan Ramadan. Mulai hari ini masyarakat sudah tak perlu melampirkan bukti negatif Covid-19 lewat tes PCR dan antigen untuk berpergian.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement