Nusantara
Wisdom Terpapar Omicron: Gubernur Pastikan Aktivitas Bali Normal, PTM Jalan Terus

Gubernur Bali I Wayan Koster meminta masyarakat tidak panik dan pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan 100 persen
FAKTUAL-INDONESIA: Kabar dua wisatawan domestik asal Surabaya, Jawa Timur terpapar Covid-19 varian Omicron setelah berlibur di Bali tidak mempengaruhi aktivitas masyarakat di Pulau Dewata.
Gubernur Bali, I Wayan Koster menyatakan seluruh aktivitas dari tingkat lokal sampai internasional yang akan berlangsung di Bali tetap berjalan normal. Isu varian Omicron tidak mempengaruhi kehidupan masyarakat. Bahkan isu varian Omicron juga tidak mempengaruhi proses keluar masuknya wisatawan, baik melalui jalur bandara maupun pelabuhan laut.
Gubernur Koster meminta masyarakat Bali jangan panik, tapi tetap taat dengan protokol kesehatan.
Apalagi, orang-orang yang sempat kontak erat dengan Wisdom asal Surabaya yang terpapar varian Omicron, juga sudah ditracing dan dilakukan swab PCR.
“Semuanya normal, yang penting wisatawan juga displin melaksanakan protokol kesehatan,” ujar Koster seusai melantik 113 pejabat Eselon II, Eselon III, dan Eselon IV di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernuran, Niti Mandala Denpasar, Senin (3/1/2022) sore.
Disinggung soal agenda kegiatan international di Bali yang bisa terpengaruh dengan kemunculan varian Omicron, menurut Gubernur Koster, ke depan akan dilakukan kajian sambil melihat situasi dan perkembangan.
“Kita lihat nanti, tunggu perkembangan ke depan, mudah-mudahan aman,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini.
PTM Se-Bali
Sementara, pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah SMA/SMK dan SLB se-Bali juga tetap berjalan sesuai rencana. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) siswa SMA/SMK dan SLB di Bali tidak terpengaruh dengan isu varian Omicron.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali, I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, mengatakan PTM 100 persen yang berlangsung sejak Senin kemarin tetap jalan terus.
Menurut Ngurah Boy, kegiatan PTM 100 persen sudah dilaksanakan penuh 6 jam sehari di 158 SMA/SMK dan SLB se-Bali, sejak Senin kemarin.
“PTM tidak terpengaruh oleh adanya wisatawan terinfeksi varian Omicron sepulang dari liburan ke Bali. PTM jalan terus, kita laksanakan 6 jam per hari,” jelas Ngurah Boy seperti dipantau dari media NusaBali.com, pagi ini.
Hanya saja, kata Ngurah Boy, jika dalam perjalanannya nanti ada siswa atau guru di sekolah yang positif Covid-19, maka kegiatan PTM akan dihentikan sementara sampai situasi benar-benar pulih. Itu Protap yang sudah disiapkan.
Terkait masalah varian Omicron, menurut Ngurah Boy, pihaknya segera akan koordinasi lagi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Hal ini untuk mengetahui perkembangan penyebaran varian Omicron di Bali.
“Kami akan terus komunikasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali,” tandas birokrat asal Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Buleleng ini.
Dikonfirmasi terpisah, Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr I Ketut Suarjaya MPPM membeber ketentuan PTM di sektor pendidikan menggacu Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan-Kebudayaan-Riset-TGeknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri. Berdasarkan SKB 4 Menteri dengan Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08 MENKES-/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 ini, yang paling ditekankan adalah masalah penegakan protokol kesehatan (Prokes).
“Dalam pelaksanaan PTM yang mengikuti Prokes ketat ini berkoordinasi bersama Satgas Penanganan Covid-19, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota,” ujar Suarjaya.
Menurut Suarjaya, pembelajaran dilaksanakan dengan PTM 100 pesren maksimal 6 jam pelajaran, dengan waktu jeda/istirahat dilakukan di pertengahan jam pelajaran selama 20 menit. “Kegiatan istirahat juga dilakukan dengan tetap berada di dalam lingkungan satuan pendidikan. Kantin tidak boleh buka. Siswa membawa makanan dan minuman sendiri,” tegas birokrat asal Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng ini. ***














