Internasional
59 Tahun ASEAN, Menlu Sugiono Tegaskan Tidak Boleh Menjadi Arena Rivalitas Kekuatan Besar ataupun Memihak

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono, ASEAN harus terus memastikan bahwa kerja sama kawasan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakatnya. (Foto: Kemlu)
FAKTUAL INDONESIA: ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara yang pada 8 Agustus 2026 tepat berusai 59 tahun tidak boleh menjadi arena rivalitas antar kekuatan besar ataupun memihak salah satunya. ASEAN harus selalu berpihak pada masyarakatnya demi kesejahteraan, keamanan, dan masa depan mereka.
Demikian ditegaskan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono pada peringatan ke-59 Hari ASEAN yang diselenggarakan di Markas Besar ASEAN, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Peringatan ke-59 Hari ASEAN merupakan momen bersejarah karena merupakan yang pertama kalinya dihadiri oleh sebelas Negara Anggota pasca masuknya Timor-Leste pada November 2025 lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekjen ASEAN dan komunitas diplomatik dari Negara Anggota ASEAN di Jakarta serta perwakilan dari berbagai misi diplomatik di Jakarta.
Menlu Sugiono selanjutnya menegaskan bahwa ASEAN memiliki modalitas penting dalam menavigasi situasi dunia yang semakin kompleks. Sejak didirikan pada tahun 1967, ASEAN telah mampu menghadapi berbagai persaingan dan krisis di kawasan tanpa lepas dari prinsip utamanya, yaitu memajukan persatuan, perdamaian, dan dialog.
Hampir enam dekade kemudian, arsitektur kawasan yang dibangun ASEAN tidak hanya berdiri tetapi juga terus berkembang dan beradaptasi. Dalam proses tersebut, sentralitas ASEAN semakin memperoleh kepercayaan sebagai jangkar dalam mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan.
“Dunia saat ini membutuhkan bridge-builder yang mampu meredakan ketegangan, menumbuhkan kepercayaan, dan menjaga dialog tetap berjalan. Inilah peran yang telah dimainkan ASEAN selama hampir enam dekade,” kata Menlu Sugiono seperti dilansir laman Kemlu.
Ke depannya, Menlu Sugiono menuturkan bahwa ASEAN harus mampu menentukan arahnya sendiri, sekaligus memperkuat institusi, kapasitas, dan sumber daya yang diperlukan untuk mewujudkan aspirasi Visi Komunitas ASEAN 2045.
Ditegaskan Sugiono, ASEAN harus terus memastikan bahwa kerja sama kawasan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakatnya.
“Keberhasilan ASEAN akan diukur dari kemampuannya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, memperoleh pekerjaan yang layak, hidup dengan aman, serta menatap masa depan dengan penuh keyakinan,” tutur Sugiono.
Untuk itu, ASEAN perlu terus memperkuat kapasitasnya dalam melindungi masyarakat dari dampak berbagai dinamika dan krisis global. Upaya tersebut, antara lain, mencakup penguatan ketahanan pangan dan energi, pelindungan warga negara ketika krisis terjadi, serta penyiapan generasi muda melalui pendidikan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk memimpin ASEAN pada masa mendatang.













