Nasional
Sulteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Pascagempa M 6,7

Sebuah rumah alami kerusakan akibat gempa di Sulawesi Utara. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut dan berdampak pada ribuan warga di sejumlah daerah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan status tanggap darurat ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 300.2.1/199/BPBD-6-ST/2026 yang berlaku selama tujuh hari, mulai 17 hingga 23 Juni 2026.
“Penetapan status tanggap darurat ini untuk mempercepat proses penanganan di lapangan,” kata Abdul Muhari di Jakarta, Kamis (18/6).
Selain pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Sigi juga tengah mempersiapkan penetapan status darurat selama 14 hari guna memperkuat penanganan dampak gempa di wilayah yang paling terdampak tersebut.
Berdasarkan data terbaru BNPB hingga Rabu (17/6) malam, jumlah warga terdampak mencapai 2.012 kepala keluarga atau sekitar 6.458 jiwa. Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan dampak terbesar, yakni sebanyak 1.991 kepala keluarga atau 6.418 jiwa. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 kepala keluarga atau 40 jiwa terdampak. Pendataan di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Poso masih terus dilakukan.
BNPB juga mencatat satu korban meninggal dunia di Kabupaten Sigi. Selain itu, sebanyak 79 warga mengalami luka-luka, terdiri atas 15 korban luka berat dan 64 korban luka ringan.
Kerusakan akibat gempa turut melanda sektor permukiman dan fasilitas publik. Sebanyak 1.456 rumah mengalami kerusakan ringan, 112 rumah rusak sedang, dan 47 rumah rusak berat. Selain itu, tercatat 35 tempat ibadah, 10 sekolah, serta 11 gedung perkantoran mengalami kerusakan.
Di sisi lain, sejumlah kendala masih dihadapi dalam proses penanganan bencana. Akses komunikasi dan transportasi menuju Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, dilaporkan masih terputus. Sementara itu, Jembatan Palu III ditutup sementara karena ditemukan keretakan pada struktur bangunan yang dinilai berisiko bagi pengguna jalan.
Meski demikian, BNPB memastikan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak tetap berjalan. Pasien yang sebelumnya dievakuasi ke tenda darurat secara bertahap mulai dipindahkan kembali ke ruang perawatan rumah sakit.
Hingga Rabu siang, BNPB mencatat sedikitnya 13 gempa susulan dengan kekuatan antara magnitudo 4,0 hingga 4,2. Masyarakat diimbau tetap waspada serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.***














