Connect with us

Wisata

Kampus Pariwisata Diminta Tetap Lakukan Proses Belajar Mengajar Saat Pandemi

Diterbitkan

pada

Menparekraf Sandiaga Uno. (Ist).

Menparekraf Sandiaga Uno. (Ist).

FAKTUALid – Dunia pariwisata Indonesia merupakan sektor terdampak paling buruk akibat pandemic Covid-19. Disusul pemberlakuan PPKM, seluruh obyek wisata di seluruh nusantara diperintahkan untuk ditutup sementara.

Kendati demikian, giat pariwisata tidak boleh berhenti. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Barekraf) Sandiaga Uno mendorong perguruan tinggi pariwisata agar tetap produktif dan melakukan inovasi saat pandemi.

“Tidak kalah penting, pada masa menunggu saat ini, perguruan tinggi diminta tetap produktif dan melakukan pengembangan inovasi, sebagai bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” ujar Sandi, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Pernyataan Sandi tersebut disampaikan pada acara doa bersama Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari). Sandi meminta agar kampus tetap menggelar kegiatan pembelajaran dan pelatihan secara daring untuk meningkatkan kemampuan para dosen dan mahasiswa.

Selain mengembangkan infrastruktur jaringan yang dimiliki, kurikulum dan melakukan penelitian mandiri untuk pemulihan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga harus tetap berjalan.
Pada saat situasi serba tak menentu seperti saat ini, Sandi mengajak para insan perguruan tinggi pariwisata maupun masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata untuk tetap menebarkan optimisme, harapan, semangat dan terus berikhtiar melalui berbagai usaha.

Advertisement

Apalagi, katanya, pandemi COVID-19 yang telah berjalan hampir dua tahun ini memberi dampak secara signifikan di berbagai sektor, tak terkecuali pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Separo dari 34 juta orang yang bekerja dan menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pun kini terkena PHK, dirumahkan, ataupun terancam kehilangan pekerjaan,” ujar dia.

Meski demikian, Sandi mengajak perguruan tinggi pariwisata untuk saling menguatkan dalam doa untuk melawan pandemi. Jika kita dapat menekan angka penyebaran, bukan mustahil COVID-19 akan hilang dari bumi Indonesia dan seluruh dunia.

Institusi pendidikan tinggi diminta Sandi tetap dapat beradaptasi sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, meski di masa pandemi COVID-19.

“Meski tidak bisa kemana-mana karena pandemi, pimpinan perguruan tinggi pariwisata harus tetap meningkatkan kualitas kerja sama dengan dunia usaha, industri, pemerintahan, dan perguruan tinggi lain, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk menciptakan kolaborasi dalam berinovasi di dunia pendidikan,” kata dia. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement