Connect with us

Ekonomi

Rupiah Masih Perkasa, IHSG BEI Malah Loyo setelah Cetak Rekor Tertinggi ATH, Kenapa?

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rupiah Masih Perkasa, IHSG BEI Malah Loyo setelah Cetak Rekor Tertinggi ATH, Kenapa?

Rupiah tetap memberi senyuman ketika masih menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (25/11/2025) sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), melemah rontok setelah mencatat rekor

FAKTUAL INDONESIA: Rupiah masih perkasa dengan tetap mempertahankan posisi menguat dan menguat saat pembukaan dan penutupan perdagangan valuta, Selasa (25/11/2025).

Namun sayang pada perdagangan saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), langsung loyo dengan melemah setelah sehari sebelumnya menggebrak dengan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH).

Pada perdagangan Selasa, IHSG BEI sudah melemah sejak pembukaan hingga penutupan dengan rontok 48 poin.

Baca Juga : Mantap, Rupiah Tetap Menguat dan Menguat, IHSG BEI Menggebrak Cetak Rekor Tertinggi ATH

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa, dari pantauan media online seperti dilansir manadones, sama seperti sehari sebelumnya, menguat dan menguat saat pembukaan dan penutupan perdagangan.

Saat penutupan rupiah menguat sebesar 42 poin atau 0,25 persen menjadi Rp16.657 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.699 per dolar AS.

Advertisement

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga menguat di level Rp16.667 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.709 per dolar AS.

Ketika pembukaan perdagangan, rupiah  menguat 32 poin atau 0,19 persen menjadi Rp16.667 dari sebelumnya Rp16.699 per dolar AS.

Baca Juga : Rupiah Menguat di Akhir Pekan, IHSG BEI Malah Melemah dari Pagi Sampai Sore

Ambil Untung

Jika rupiah mampu mempertahankan pencapaian positif sebaliknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung loyo pada perdagangan Selasa (25/11/2025), setelah sehari sebelumnya mengukir rekor menguat tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH).

“Setelah penguatan signifikan sehari sebelumnya, IHSG ditutup melemah akibat profit taking (ambil untung),” ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya dikutip pada Selasa seperti dilansir viva.co.id.

Advertisement

Melemahnya IHSG sudah terlihat sejak pembukaan ketika dibuka melemah 33,27 poin atau 0,39 persen ke posisi 8.536,98. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,89 poin atau 0,33 persen ke posisi 860.46.

Setelah itu IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Baca Juga : Rupiah Menguat di Akhir Pekan, IHSG BEI Malah Melemah dari Pagi Sampai Sore

IHSG tersungkur ke zona merah pada penutupan perdagangan Selasa sore. IHSG ditutup melemah 48,36 poin atau 0,56 persen ke posisi 8.521,89 Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,19 poin atau 0,72 persen ke posisi 857,16.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 3,10 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing naik sebesar 1,50 persen dan 0,76 persen.

Sedangkan empat sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam sebesar 0,46 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor barnag baku yang masing-masing turun 0,46 persen dan 0,46 persen.

Advertisement

Baca Juga : Rupiah Masih Melemah, IHSG BEI Menguat Mulai Perdagangan Dibuka Sampai Ditutup

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SWID, SEMA, WEHA, DNAR dan MEDS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SOTS, PURI, SOHO, JSPT dan CSIS.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.562.413 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,55 miliar lembar saham senilai Rp31,26 triliun. Sebanyak 277 saham naik, 364 saham menurun, dan 170 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 33,62 poin atau 0,07 persen ke 48.659,00, indeks Shanghai menguat 33,26 poin atau 0,87 persen ke 3.870,41, indeks Hang Seng menguat 178,05 poin atau 0,69 persen ke posisi 25,849,98, dan indeks Straits Times melemah 11,00 poin atau 0,24 persen ke posisi 4,485,91. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement