Internasional
Raja Charles Bungkam Diejek Pengunjuk Rasa tentang Hubungan Pangeran Andrew dengan Terpidana Kejahatan Seksual Epstein

Raja Charles hanya terdiam namun tetap menemui masyarakat yang mendukungnya ketika seorang pengunjuk rasa mengejeknya tentang hubungan Pangeran Andrew dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein saat berkunjung ke untuk acara di Katedral Lichfield, Senin (27/10/2025).
FAKTUAL INDONESIA: Raja Charles hanya bungkam ketika diejek seorang pengunjuk rasa yang bertanya kepadanya tentang hubungan Pangeran Andrew dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein saat berkunjung ke untuk acara di Katedral Lichfield, Senin (27/10/2025).
Sang Raja tidak menanggapi ejekan tersebut tetapi terus menyapa para penggemar, salah satu di antaranya terdengar meminta pelukan darinya.
Pria pengunjuk rasa itu bertanya sudah berapa lama Raja mengetahui tentang saudaranya dan Epstein, dan juga mempertanyakan apakah dia telah meminta polisi untuk “menutupi” Andrew.
Seperti dilansir BBC, Sang pengunjuk rasa, yang suaranya terdengar jelas dalam rekaman video dari acara tersebut, juga bertanya kepada Raja Charles apakah anggota parlemen diizinkan untuk berdebat dengan bangsawan di DPR.
Di sisi lain ada juga kerumunan penggemar dan sorak-sorai untuk mendukung Raja. Seorang wanita di luar katedral juga terdengar mengatakan kepada si pengganggu untuk “pergi” dan “diam”.
Hubungan Pangeran Andrew dengan Epstein telah menjadi sorotan tajam dalam beberapa minggu terakhir. Sang pangeran, yang melepaskan gelarnya awal bulan ini, telah dengan tegas membantah melakukan kesalahan apa pun.
Skandal atas hubungan Andrew dengan Epstein telah dihidupkan kembali oleh tuduhan pelecehan seksual baru yang dimuat dalam memoar Virginia Giuffre yang diterbitkan secara anumerta .
Meskipun Pangeran Andrew selalu dengan keras membantah telah menyiksa Giuffre, pertanyaan baru telah diajukan tentang bagaimana ia mampu membiayai gaya hidupnya meskipun bukan anggota kerajaan yang bekerja.
Partai Demokrat Liberal mengatakan dia harus dipanggil di depan anggota parlemen untuk memberikan bukti tentang sewa rumahnya di Windsor, Royal Lodge.
Namun Kamis lalu, pemerintah menolak memberi waktu kepada anggota parlemen untuk membahas gelar pangeran atau rumahnya, meskipun ada tekanan yang meningkat untuk melakukan pengawasan. ***













