Home Politik Pengamat Menilai Pemerintahan Jokowi Masih Kuat

Pengamat Menilai Pemerintahan Jokowi Masih Kuat

oleh Marpi
Pengamat Politik M Qudori. (Ist)

Pengamat Politik M Qudori. (Ist)

FAKTUALid – Desakan masyarakat agar Presiden Joko Widodo mundur dari kursi presiden dinilai pengamat politik itu hanya opini yang dibangun lewat media sosial. Pada kenyataannya Presiden Jokowi masih sangat kuat dan didukung oleh banyak pihak.

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai realita di lapangan Pemerintahan Jokowi masih sangat kuat. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak terpaku pada wacana di media sosial, karena hal tersebut mudah dimainkan.
Qodari mengatakan politik Indonesia ada di dua level. Pertama, level elite yang sampai saat ini susunan partai pendukung pemerintah belum berubah. Ada PDI Perjuangan, Golkar, PKB, NasDem, Perindo, Hanura, PPP, PSI, PKPI, dan PBB. Bahkan, Partai Gerindra pun solid mendukung pemerintah.

Untuk kelompok oposisi ada Partai Demokrat dan PKS. PAN tidak secara terang-terangan mendukung pemerintah. Tapi Qodari membaca Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan cenderung berpihak pada pemerintah. Atas dasar itu, pemerintahan saat ini dinilai masih sangat kuat.

“Belum lagi kalau kita bicara kelompok-kelompok strategis seperti TNI dan Polri, saya lihat masih sangat solid,” ujar Qodari.

Pada level masyarakat, kepuasan masyarakat terhadap Jokowi masih tinggi. Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pertengahan Juni menyebutkan 75,6 persen warga puas dengan kinerja Jokowi.

Kemudian hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada April, tingkat kepuasan atas kinerja Jokowi ada di 64 persen.

Menurut dia, biasanya kritik muncul saat ada masalah. Apalagi saat ini Indonesia sedang menghadapi situasi sulit melawan COVID-19 dimana kasus baru dan angka kematian terus naik dan juga menggerus perekonomian.

“Seharusnya semua kekuatan bangsa, baik di dalam pemerintahan maupun oposisi saling mendukung satu sama lain ketika ada masalah terutama mengatasi pandemi COVID-19,” ujarnya seperti dilansir antaranews.com. ***

 

Tinggalkan Komentar