Politik
Sebut Mural Sewenang-wenang, Faldo Maldini Makin Viralkan ‘Jokowi 404 Not Found’

Komentar Faldo Maldini (kiri) soal mural ‘Jokowi 404 Not Found’ (tengah) mengaitkan dirinya dengan Ali Mochtar Ngabalin (kanan)
FAKTUALid – Komentar Faldo Maldini yang kini menjabat staf khusus Menteri Sekretaris Negara, tentang penghapusan mural ‘Jokowi 404 Not Found’ membuat dirinya viral di media sosial.
Namun disadari atau tidak oleh Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu, komentarnya juga makin memviralkan mural ‘Jokowi 404 Not Found’ itu sendiri.
Mengamati perkembangan di twitter, nama Faldo sempat trending di twitter. Menggungguli tema ‘Jokowi 404 Not Found’.
Beragam tanggapan para netizen terhadap komentar Faldo. Termasuk ada yang menilai Faldo sebagai penerus Ali Mochtar Ngabalin. Faldo dinilai sebagai Ngabalin versi muda.
Namun kemudian tagar Faldo menurun dan justru ‘Jokowi 404 Not Found’ yang makin melejit.
Ada kemungkinan dengan komentar Faldo yang viral membuat makin banyak yang openasaran soal mural ‘Jokowi 404 Not Found’.
Bahkan ditambah langkah polisi memburu pelukis mural itu, ‘Jokowi 404 Not Found’ tetap viral hingga Sabtu (15/8/2021).
Seperti dilansir PR Bekasi, Faldo Maldini memberikan komentar terkait mural Jokowi yang dihapus polisi. Sebagaimana diketahui, mural tersebut bergambarkan potret Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tulisan ‘404 Not Found’.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, mural ‘Jokowi 404 Not Found’ tersebut ada di kolong jembatan layang Jalan Pembangunan 1, Batujaya, Batuceper, Tangerang.
Kendati demikian, mural ‘Jokowi 404 Not Found’ diketahui telah dihapus oleh pihak Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Batuceper.
Sewenang-wenang
Terkait hal tersebut, Faldo Maldini menilai mural adalah kegiatan yang sah jika memperoleh izin.
Argumentasi tersebut disampaikan Faldo Maldini melalui akun Twitter pribadinya @FaldoMaldini, seperti dilihat Pikiranrakyat-Bekasi.com pada Jumat, 13 Agustus 2021.
“Jadi, mural itu, gak salah. Kalau ada izinnya. Kalau tidak, berarti melawan hukum, berarti sewenang-wenang,” ucap Faldo Maldini.
Faldo mengatakan, mural tanpa izin sudah selayaknya ditindak dengan tegas.
“Makanya kami keras. Ada hak orang lain yang dicederai, bayangkan itu tembok kita, yag tanpa izin kita,” ujar Faldo Maldini.
Menurut Faldo, penghapusan mural tersebut adalah bentuk peringatan kepada orang-orang yang bertindak sewenang-wenang.
“Orang yang mendukung kesewenang-wenangan harus diingatkan,” tutur Faldo Maldini.
Kendati demikian, Faldo menegaskan bahwa opini tersebut bukan lantas merupakan bentuk antikritik.
“Sekali lagi, sata minta maaf, agak keras. Yang jadi masalah, bukan konten atau kritiknya. Kritik selalu terus dijawab dengan kinerja yang baik.
“Tapi ini tindakan yang sewenang-wenang. Setiap warga negara harus dilindungi dari tindakan yang sewenang-wenang,” kata Faldo Maldini.
Menohok
Lain lagi sajian Seputartangsel.com yang memuat jawaban Faldo Maldini yang membela pemerintah tersebut mendapat komentar netizen.
Beragam komentar menohok netizen justru ditujukan pada Faldo Maldini.
Seperti komentar Badroel_Moenir di akunnya @badroel_moenir,.
“Bayangkan kalau generasi muda bangsa saat ini mentalnya seperti @FaldoMaldini semua, kapan beresnya urusan Negara tercinta ini. Orang padang kan? Pernah makan di warung padang mesen pakai otak?? Sering2 pesen itu mungkin sehat..,” ujarnya.
Pemilik akun Farhan A Dalimunthe @farhandalimunte, menjawab argumen Faldo Maldini soal izin. Dalimunthe menjawab, ketika hanya izin, kenapa yang dihapus hanya yang berisi kritikan, yang lain tak dihapus.
“Argumenmu memalukan bro @FaldoMaldini! Nyatanya, muralnya masih dibiarkan, foto pak Jokowi aja yg dihapus,” tulisnya dengan menunjukkan foto wajah Jokowi yang dihapus.
Farhan A Dalimunthe juga menganggap negara membayar gaji Faldo Maldini sebagai hal yang memboroskan.
“Anggaran negara kita habis cuma utk ngasih makan staff kementerian yg memalukan kayak gini. Aku kira bro Faldo ini orang yg cerdas, ternyata kagak,” tambahnya.
Sedangkan pemilik akun anak kampung sawah @maymarmas menjawab cuitan Faldo Maldini dengan komentar menohok.
“Ini aneh, kaki tangan penguasa bicara ttg anti kesewenang-wenangan. Dan yg dituduh sewenang-wenang itu rakyat. Udah terbalik dunia di belibetnesia..,” tulisnya. ***














Webb
8 Januari 2024 at 01:54
Al great deal for a web developer. Details: https://zetds.seychellesyoga.com/var_montero