Connect with us

Politik

Demo Mahasiswa 11 April 2022 > Ini yang Ringan, Menyentil tapi Penting dan Mengena

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Lihat aksi yang santai tapi mengena saat demo daripada pura-pura lihat yang serius tapi  sebenarnya lupa kenyataan

Lihat aksi yang santai tapi mengena saat demo daripada pura-pura lihat yang serius tapi sebenarnya lupa kenyataan

FAKTUAL-INDONESIA: Aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung Senin, 11 April 2022, tidak hanya diwarnai oleh suasana serius bahkan menegangkan namun juga ada yang ringan namun memiliki arti penting.

Berbeda dengan aksi pengeroyokan terhadap Ade Armado yang sampai dilarikan ke rumah sakit, aksi ringan tapi penting ini terluput dari perhatian media yang melakukan liputan seperti menerapkan demokrasi dan penegakan hukum yang luar biasa.

Aksi pengeroyokan Ade memang lebih menarik dibandingkan aksi ringan tapi penting dan bermakna itu karena sisi pandang bukan berdasarkan kepada kepentingan nasib rakyat dan tegaknya konstitusi.

Bahkan pengeroyokan Ade itu bukan saja melupakan yang ringan tapi penting itu namun juga menenggelamkan sikap Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) atas tuntutan yang diusung para pengunjuk rasa.

Kemudian suara dari pihak istana juga lebih banyak mengeksploitasi kondisi Ade untuk berlindung menyelamatkan diri dari kelanjutan sikap terhadap tuntutan para mahasiswa itu.

Advertisement

Baik, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang sudah MENGUMUMKAN bahwa Pemilu tanggal   14 Februari 2024 dan Pilkada November 2014.

Pengumuman Jokowi untuk meredakan tuntutan mahasiswa yang menolak Pemilu ditunda dan presiden tiga periode baru merupakan sebagian dari tuntutan mahasiswa.

Jokowi belum menjawab soal harga-harga naik dan kelangkaan minyak goreng.

Namun itu ditunggu saja kelanjutannya karena beberapa hari ini pasti media akan lebih mengangkat Ade dari pada Jokowi.

Korek Kuping

Advertisement

Ada aksi ringan namun menyentuh dan penting serta sangat mengena. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menerima korek kuping besar dari perwakilan mahasiswa. Benda itu ia terima ketika menemui pengunjuk rasa di depan Gedung DPR, Senin (11/4/2022).

Korek kuping itu sebagai bentuk simbolis mahasiswa kepada DPR agar mau mendengarkan suara rakyat, bukan hanya suara partai politik.

Dasco mengatakan, korek kuping itu akan disimpan sebagai kenang-kenangan.

“Begini, korek kupingnya nanti saya simpan sebagai kenang-kenangan,” kata Dasco seusai menemui mahasiswa.

Dasco mengaku tidak masalah diber korek kuping oleh mahasiswa. Ia menganggap sebagai bentuk aspirasi.

Advertisement

“Ya namanya juga aspirasi kita terima,” katanya.

Ketua Harian Partai Gerindra ini juga menerima sejumlah tuntutan dari mahasiswa. Dasco jamin akan menyampaikan aspirasi itu kepada pemerintah.

“Nanti kita sampaikan bahwa ini adik-adik ini aspirasinya,” katanya.

Jalan Mundur

Yang menarik lagi, seratusan massa aksi dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia  (KAMMI) melakukan jalan mundur dari TVRI menuju gedung DPR/MPR RI. Aksi jalan mundur ini dilakukan sebagai simbol mundurnya demokrasi dan kesejahteraan rakyat, Senin (11/4/2022).

Advertisement

“Kita jalan mundur sebagai pesan bahwa demokrasi kita mundur ke belakang. Kebijakan ugal-ugalan rakyat sengsara,” teriak salah satu orator dari atas mobil pengeras suara.

Kabid Kebijakan Publik PP KAMMI, Ammar Multazim dalam siaran pers mengungkapkan, aksi ditujukan kepada DPR untuk memastikan tidak adanya penundaan pemilu sesuai pernyataan presiden. Ia pun mengingatkan MPR agar menutup celah amandemen UUD 1945.

“Hari ini kami kembali turun ke jalan menyuarakan langsung di hadapan para wakil rakyat. Agar DPR RI serta KPU juga nantinya untuk dapat memastikan tidak adanya penundaan pemilu 2024 sesuai dengan Pernyataan Presiden. Begitu pun dengan MPR  jangan sampai ada celah pembahasan untuk mengamandemen UUD 1945. Bangsa harus tunduk pada konstitusi,” ujarnya.

Massa aksi juga menolak kenaikan BBM pertamax, kenaikan harga bahan pokok, PPN 11 persen, hingga perpindahan IKN (Ibu Kota Negara). Hal ini disampaikan langsung oleh ketua umum PP KAMMI, Zaky Ahmad Riva’i di akhir orasinya.

Menurut Zaky, mencermati berbagai permasalahan bangsa hari ini, PP KAMMI,  menuntut sejumlah hal.  Pertama, menolak kenaikan harga BBM. Kedua, menolak kenaikan harga bahan pokok. Ketiga, menolak kenaikan PPN 11 persen, keempat, menolak perpindahan IKN sampai Indonesia pulih dari krisis kesehatan dan ekonomi. Kelima, mendesak DPR dan KPU untuk memastikan tidak ada penundaan pemilu sesuai dengan pernyataan Presiden.

Advertisement

“Keenam, mendesak MPR untuk tidak mengamandemen UUD 1945 jika ada potensi perubahan periode masa jabatan presiden,” kata Zaky.

Rasanya yang ringan tapi penting ini lebih mengena karena ada orang yang ditekan malah nekat tetap bertahan. Bukan itu saja bisa berbalik menjadi ganas dan otoriter dalam pemerintahan. Apalagi ini soal empuknya kekuasaan. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement