Connect with us

Olahraga

3 Liga akan menggunakan Teknologi Offside Otomatis, Simak Penjelasannya

Rahmat Khairurizqi

Diterbitkan

pada

teknologi-offside-otomatis

Teknologi Offside Semi-Otomatis (Foto : bbc.com)

FAKTUAL-INDONESIA : Teknologi offside semi-otomatis mulai banyak diterapkan semenjak dipergunakan di Piala Dunia Qatar 2022. Pada pagelaran UEFA Euro 2024 Jerman, teknologi ini juga digunakan.

Di UEFA Euro Jerman 2024, teknologi ini sukses untuk diterapkan. Hasilnya banyak gol yang di anulir akibat teknologi offside semi-otomatis ini. Teknologi ini juga memudahkan kinerja wasit dalam memutuskan apa pemain terjebak offside atau tidak.

Lantas bagaimana penjelasan teknologi offside semi-otomatis ini? Inilah penjelasan teknologi offside semi-otomatis dan cara kerjanya yang telah dihimpun oleh faktualid.com dari berbagai sumber.

1. Teknologi Offiside Semi-Otomatis

teknologi-offside-otomatis

Teknologi Offside Semi-Otomatis (Foto : fifa.com)

Dikutip dari laman FIFA, teknologi offside semi-otomatis adalah alat pendukung untuk ofisial pertandingan dalam membantu mereka membuat keputusan offside yang lebih cepat dan lebih akurat. FIFA mengklaim bahwa teknologi offside semi-otomatis tersebut adalah sistem pendukung offside yang paling akurat. Hal itu diperoleh berdasarkan dari hasil pengujian yang dikumpulkan selama fase pengujian selama 3 tahun terakhir. Teknologi ini memberikan konsistensi dalam penempatan garis offside, terutama dalam situasi di mana bahu atau bagian atas lengan menentukan garis offside. FIFA menyebutkan, proses deteksi offside menggunakan teknologi ini hanya perlu beberapa detik.

2. Cara Kerja Teknologi Offside Semi-Otomatis

teknologi-offside-otomatis

Cara Kerja Teknologi Offside Semi-Otomatis (Foto :FIFA)

Cara kerja dari teknolgi offside semi-otomatis ini adalah melacak bola yang sudah diberikan sensor khusus didalamnya dan di tracking dengan 12 kamera khusus. Kamera tersebut dipasang di bawah atap stadion untuk melacak bola. Selain itu, kamera tersebut juga mampu melacak bola pada 29 titik tubuh setiap pemain. Serta mampu menghitung posisi tepat pemain di lapangan dalam hitungan 50 kali per detik. Sensor tersebut diposisikan di tengah bola, dan nantinya akan mengirimkan data bola hingga 500 kali per detik yang memungkinkan pendeteksian titik tendangan dengan tepat.

Baca Juga : Apa Itu Goal Line Technology? Simak Penjelasannya !

Teknologi offside semi-otomatis ini menggabungkan data pelacakan dengan kecerdasan buatan untuk selanjutnya memberikan peringatan offside pada ofisial pertandingan video. Ofisial pertandingan video kemudian melakukan validasi untuk kemudian memberitahu wasit lapangan. Setelah wasit di lapangan mengonfirmasi, titik data posisi yang sama persis dengan yang dipakai untuk membuat keputusan kemudian diubah menjadi animasi 3D. Animasi ini secara sempurna merinci posisi anggota tubuh pemain saat bola dimainkan.

Seandainya terdapat kendala tertentu, semisal teknologi offside semi-otomatis ini tidak dapat berfungsi dengan baik, FIFA menyebut petugas video pertandingan bisa memakai alat pendukung offside yang lain seperti crosshair atau triangulasi.

Advertisement

Baca Juga : Copa America 2024: Messi Gagal Penalti, Kiper Martinez Penyelamat Argentina ke Semifinal Setelah Kalahkan Ekuador

3. Daftar Liga Yang Akan Menggunakan Teknologi Offside Semi-Otomatis :

teknologi-offside-otomatis

Liga Yang Akan Menerapakan Teknologi Offside Semi-Otomatis (Foto : legaseriea.it)

  • Liga Italia

Serie A atau Liga Italia akan memperkenalkan teknologi offside semi-otomatis (SAOT) mulai paruh kedua musim 2022/2023, tepatnya pada 27 Januari 2023 .

  • Liga Inggris

Liga Premier Inggris akan mulai menerapkan teknologi semi-otomatis pada musim 2024/2025. Hal ini diberlakukan, lantaran 18 tim EPL sudah menyetujui penggunaan teknologi offside semi-otomatis di dalam jalannya pertandingan liga.

  • Liga Spanyol

Sama halnya dengan Liga Inggris, Liga Spanyol juga akan turut serta dalam penggunaan teknologi offside semi-otomatis pada musim 2024/2025. Tim-tim di LaLiga sudah menyetujui penggunaan teknologi. Namun sayangnya penggunaan teknologi lainnya, seperti Goal Line Technology tidak diterapkan di LaLiga. Teknologi penyerta seperti Goal Line Technology sangat dibutuhkan sebagai alat bantu wasit dalam mengambil keputusan sebuah laga. Serta mengurangi kesalahan-kesalahan dalam berjalannya pertandingan.

Itulah penjelasan teknologi offside semi-otomatis dan penjelasannya yang telah dihimpun oleh faktualid.com dari berbagai sumber. Meski begitu, penerapan teknologi offside semi-otomatis ini masih menuai pro dan kontra. Namun dengan adanya teknologi ini, membuat jalannya sebuah pertandingan sepak bola menjadi lebih seru dan menambah ketegangan dalam momen-momen tertentu. **

Lanjutkan Membaca
Advertisement