Home Olahraga BWF750 Prancis Open 2021: Kevin/Markus Gagal Persembahkan Gelar, Pelatih: Tenaga Sudah Habis

BWF750 Prancis Open 2021: Kevin/Markus Gagal Persembahkan Gelar, Pelatih: Tenaga Sudah Habis

oleh Bambang

 

Kepala pelatih ganda putra Herry IP bersama Kevin/Markus. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Ganda putra skuad Merah Putih, Markus Fernaldi Gideon/Kevin Sunjaya Sukomuljo, gagal mempersembahkan satu-satunya gelar untuk Indonesia di turnamen BWF750 Prancis Open 2021, setelah di final harus mengakui keunggulan pasangan bukan unggulan Ko Sung Hyun/Shin Baekcheol (Korea Selatan) dengan dua game langsung 21-17, 20-22.

Kepala pelatih ganda putra pelatnas, Herry IP, menuturkan kegagalan Kevin/Markus penuhi harapan memberikan satu-satunya gelar untuk Indonesia di Prancis Open 2021 karena tenaga mereka sudah habis sesudah tanding enam minggu non stop.
“Tenaga Marcus/Kevin sudah habis. Mereka tanding enam minggu nonstop, menjadikan fokus, konsentrasi sudah menurun,” kata Herry, Minggu (31/10/2021).

Selain tenaga sudah habis, tambah Herry, gerakan kaki sudah tidak cepat lagi dan tenaga tangan pun menurun. “Waktu di semifinal lawan Fajar/Rian top formnya, tadi final sudah menurun,” tutur Herry. “Sedang pasangan Korea masih fresh tenaga baru,” imbuhnya.

Menurut Herry, pasangan Kevin/Markus sudah maksimal hingga bisa menembus ke partai final. “Mereka sudah maksimal lah sampe final dengan kondisi ini,” jelas Herry.

Ditanya pencapaian ganda putr lainnya yang juga diasuhnya, yakni duet Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan dan Leo/Daniel, Herry menuturkan semuanya masih memperlihatkan kualitas meski belum dapat memberikan gelar sepanjang lawatan ke Eropa.

“Fajar/Alfian sudah memperlihatkan kualitas mereka, banyak perkembangan cara bermain dan pola mainnya mulai stabil,” tutur Herry. ” Leo/Daniel masih dalam proses, walau kalah tapi mereka masih on track. Masih bisa memberikan perlawanan kepada ganda top 10. Sedangkan Ahsan/Hendra harus dijaga tenaga dan fisiknya saja. Saya lihat sudah mulai menurun,” tambah Herry.

Herry berharap sekembali ke Tanah Air semua pasangan asuhannya dapat segera recovery karena selanjutnya akan bertanding pada tiga turnamen yang diselenggarakan di Bali. ****